PATUK, RABU KLIWON – Ustad (guru) Mahujud Sochista Hady berceramah di depan 200-an jamaah, menyonsong Tahun Baru Islam 1440 H. Bertempat di Balai Padukuhan Putat Wetan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, dia bertutur mengenai dua jenis hijrah.
“Pertama hijrah fisik, kedua hijrah jiwa,” papar ustad yang juga bekerja sebagai (PNS) pada BPBD DIY, (10/9).
Pergantian tahun, menurut Islam, kata Mahujud berikutnya, terjadi setelah pukul 18.00. Ini berbeda dengan cara pandang orang Indonesia pada umumnya.
“Jam 00.00 baru dianggap, bahwa tahun itu mulai berganti. Islam memandang tidak demikian,” jelasnya.
Lebih penting dari cara pandang di atas, memaknai hijrah (berpindah) perlu dilakukan dua-duanya, fisiknya berubah (berpindah), jiwanya juga harus berubah (berpindah).
Jiwa harus berpindah ke mana? Dari jalan yang bengkok (tidak benar) kembali ke jalan yang lurus (jalan yang diridhoi).
Menyongsong tahun baru Islam, menurutnya adalah simbol. Tirakat, kata Mahujud, adalah sarana mawas diri untuk keperluan berubah, berhijrah dari cara berfikir kemarin, ke pola pikir esok. Tentunya, kita tidak boleh mengulang cara pikir salah, yang kita lakukan setahun silam.
“Tahun 1440 H. harus kita isi dengan kebajikan. Tinggalkan segala kemungkaran. Jangan sampai terjadi tahunnya baru, kelakuan manusia tidak berubah,” pintanya. (Bewe)
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…