YOGYAKARTA – SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Rabu 28 Oktober 2026 lalu.
Prosesi wisuda yang dilangsungkan selama dua hari tersebut diikuti oleh sembilan Fakultas, di mana 1.339 lulusan mengikuti prosesi pada hari pertama, sedang 1.185 lulusan lainya pada hari kedua.
Dari jumlah lulusan tersebut, mereka rata-rata menempuh masa studi periode selama 2 tahun 2 bulan, program spesialis 3 tahun 7 bulan, program subspesialis 2 tahun 2 bulan, dan program doktor 4 tahun 9 bulan.
Dalam sambutannya, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan, kelulusan pascasarjana perlu menjadi awal bagi para lulusan untuk mengembangkan pengetahuan dan menghasilkan kontribusi bagi masyarakat.
UGM terus mengembangkan kurikulum pascasarjana agar relevan dengan perubahan ekosistem pendidikan nasional dan global, sekaligus memperkuat riset yang berorientasi pada pemanfaatan di masyarakat.
Para lulusan diharapkan mampu berpikir kritis, menghasilkan inovasi, serta berperan dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Saya yakin lulusan pascasarjana yang diwisuda pada hari ini memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai pelopor inovasi, memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memproduksi pengetahuan, berkontribusi bagi pembangunan serta menjadi subjek yang berdampak dalam memecahkan permasalahan masyarakat,” ujar Rektor Ova.
Sejumlah capaian terbaru turut menunjukkan penguatan reputasi akademik dan ekosistem inovasi UGM.
Selain itu, pada Oktober 2026, UGM kembali mempertahankan predikat Five Star Plus dalam Healthy University Rating System yang diselenggarakan ASEAN University Network Health Promotion Network.
Dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027, UGM juga meningkat ke kelompok peringkat 801–1.000 dari sebelumnya berada pada kelompok 1.201–1.500.
Di bidang hilirisasi riset, UGM menempati peringkat pertama perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah komersialisasi paten tertinggi, yakni sebanyak 35 paten.
Penguatan riset, demikian Ova berujar, juga dilakukan melalui penyelenggaraan Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) yang mempertemukan inovasi karya mahasiswa dan sivitas akademika dengan peluang pengembangan lebih lanjut.
Selain itu, sebanyak 17 dosen UGM masuk dalam daftar World Top 2% Scientists 2026 yang disusun melalui kolaborasi Stanford University dan Elsevier.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya universitas mendorong pemanfaatan hasil penelitian sekaligus meningkatkan kontribusi ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
“UGM berharap para lulusan dapat melanjutkan semangat inovasi dan integritas yang dikembangkan selama menempuh pendidikan di UGM,” pungkas Ova.
Penulis: Witanto
Editor: HRD
Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/002
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…