PERISTIWA

Melihat Air Laut Disuruh Bayar, Itu Tidak Cerdas

GUNUNGKIDUL-RABU LEGI | Public Goods (Barang Publik) dikonsumsi banyak orang tidak akan pernah habis. Sangat aneh jika Pemda Gunungkidul memperjualbelikan barang publik keindahan alam pesisir selatan.

“Pantai termasuk barang publik yang tidak dapat dikuasai perorangan,” kata mantan anggota DPRD DIY, Bambang Krisnadi di group WhatsApp (22-2-2021).

Oleh karena itu, ulas Bambang Krisnadi janggal atau aneh kalau kemudian setiap orang yang mau menikmati memasuki pantai diwajibkan membayar.

Lebih tidak masuk akal lagi kalau kemudian Pemda setempat justru menjadikan pantai sebagai wilayah berbayar semata-mata memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Bambang Kris itu pikiran yang tidak cerdas, menunjukkan Pemda tidak mampu menggali potensi sumberdaya alam yang lain.

Semestinya, kata dia biarkan warga masyarakat beramai ramai mengunjungi pantai tidak perlu membayar.

Tugas Pemda mempercantik dan perbaiki infrastruktur. Bambang Kris menyebut contoh kios, warung jajanan, restoran, home stay, toilet, tontonan/ atraksi/ hiburan, membangun gedung pertemuan, poliklinik dan yang lain.

Menurut Bambang Kris memanfaatkan fasilitas seperti di atas itulah yang harus dibayar oleh para pelancong.

Dikutip dari Wikipedia, barang publik adalah barang yang memiliki sifat non-rival dan non-eksklusif.

Barang non-rival artinya, konsumsi atas barang tersebut oleh suatu individu tidak akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh individu lainnya.

Barang non-eksklusif maknanya semua orang berhak menikmati manfaat dari barang tersebut.

(Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

5 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago