OPINI

MEMBACA TAHUN 2024

WAHYU pertama yang dibawa Malaikat Jibril turun pada malam hari tanggal 17 bulan Ramadhan. Petunjuk tersebut berupa perintah membaca kepada seluruh manusia tanpa kecuali. Termasuk membaca tahun 2024.

Perintah itu sedemikian simpel tetapi cakupannya holistik, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Yang harus dibaca bukan Al-Qur’an, tetapi semua ayat yang tercipta, yang ada di sekitar manusia seperti bintang, bulan, matahari, langit, bumi dan isinya, termasuk membaca diri manusia itu sendiri.

Alasan utama, Dia (Tuhan) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Tidak ada Dzat yang mampu mengubah segumpal darah menjadi manusia, selain Dia.

Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha mulia. Yang mengajarkan manusia dengan pena. Yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dan manusia, ketika diberi kuasa untuk memimpin suatu kaum, membaca adalah tugas pertama yang harus dikerjakan supaya dalam mengambil sebuah kebijakan berpihak kepada rakyat yang dipimpinnya. Bukan kebijakan yang hanya menguntungkan sekelompok golongan.

Bumi Gunungkidul tergelar dengan berbagai potensi, sesuai konstitusi negara harus dilindungi, dikelola demi kemakmuran rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Kunjungan wisata pada musim lebaran Mei 2022, tidak cukup dinilai sebagai telah menghasilkan multi player efek bagi perekonomian, tetapi juga harus dibaca sejauh mana itu multi player efek bermanfaat secara global bagi warga Gunungkidul.

Karena kemahamurahan Sang Pencipta, kunjungan wisata lebih dari yang direncanakan Dinas Pariwisata.

Awalnya dipatok 154.030 pengunjung equivalen dengan pendapatan Rp 1.540.300.000,00. Pada 7 Mei 2022 Dispar mencatat jumlah pengunjung mencapai 217.672 dengan pendapatan sebesar Rp 2.176.720.000,00.

Dalam hal ini jelas terlihat ada campur tangan kemahamurahan Sang Khaliq. Ada pengunjung yang digerakkan oleh tangan dari langit sebanyak 63.642 orang atau senilai dengan Rp 636.420.000,00.

Campur tangan langit tersebut tertulis dalam kalimat, “Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak.”

Tak bisa dibantah bahwa Allah senantiasa membersamai alam, penguasa, dan warga Gunungkidul. Kurang apa? Kemerataan ekonomi masih perlu diperjuangkan agar idealisme keadilan sosial bagi seluruh rakyat terwujud nyata.

Bumi, Geni, banyu, angin disediakan gratis. Kemampuan para pemimpin dalam membaca alam benar-benar ditakar. Hati-hati, 2024 adalah tahun gawat. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

6 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago