WONOSARI, Selasa Legi | Minggu tenang pemilu serentak (14-16 April 2019) media sosial diwarnai pengakuan pribadi. Netizen blak-blakan menulis nama caleg yang bakal dicoblos pada Rabu Pahing 17 April 2019. Rosita, Anggota Komisioner Bawaslu Gunungkidul menyatakan pengakuan itu tidak lazim, dan bisa mengubah suasana tenang menjadi sebaliknya.
Fenomena pengakuan tersebut, menurut Rosita sedang dikaji secara intensif.
“Kami terus melakukan pengawasan sesuai prosedur,” ujar Rosita (16/04).
Termasuk membawa Handphone ke dalam bilik suara, lanjut Rosita, itu diperbolehkan, tapi tidak untuk mendokumentasikan apa pun.
Dia menyebut contoh memotret hasil coblosan sendiri, dilarang, karena pengalaman pemilu 2014 disalahgunakan untuk money politik pasca bayar.
Baca juga:
Surami, Anggota KPPS Akhirnya Mengundurkan Diri
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…