OPINI

MENUNGGU RABU 17 APRIL 2019 SORE HARI

WONOSARI-Minggu Kliwon-Nominator bakal calon presiden pada pemilu 2019 masih menguat di Joko Widodo dan Prabowo. Di tengah budaya elektronik, nominasi calon, menurut drs. Bambang Cipto, MA, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMY, hanya merupakan riak kecil dari perjalanan panjang seorang bakal calon presiden menuju bilik pemilu yang sesungguhnya.

Kampanye belum dimulai, J0kokowi dan Prabowo terlihat begitu inten berhubungan dengan para calon pendukung. Peran Parpol, baik pengusung maupun pendukung bergeser dari menjual calon ke ranah berebut mencari perhatian untuk bisa mendampingi bakal calon presiden.

Rebut perhatian antara Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto, begitu mendominasi berita politik di tanah air. Begitu pula Agus Harimurti Yudhoyono dan Gatot Nurmantyo.

Parpol, atau Ketua Parpol lupa, bahwa tugas utama mereka adalah mempromosikan bakal calon yang diusung dan didukung. Secara lucu sekaligus menyedihkan, PKS menawarkan nama yang diberi label terbaik, hingga sembilan tokoh.

Parpol demikian sibuk mengincar kursi wakil presiden, merupakan konsekuensi logis dari pemilu serentak antara legeslatif dan eksekutif. Tidak mengherankan, ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, bahwa 2019 merupakan Pemilu terumit di dunia.

Kerumitan yang dimaksud JK hadir di depan mata 261 juta manusia Indonesia. Paling tidak, Jokowi dan Prabowo rumit dalam menentukan dan memilih tokoh yang pas untuk mendampingi sebgai wakilnya.

Kerumitan lain, Sebagian Parpol peserta Pemilu 2019 tidak menyadari, bahwa perang tanding terjadi di tingkat Padukuhan atau dengan sebutan lain. Representasi Padukuhan adalan TPS. Untuk merebut suara di TPS, Parpol harus menyiapkan mesin sampai ke garda paling ujung.

Faktanya, sebatas menyebut kasus, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membatasi hanya sampai ke level desa, dengan kepengurusan yang terdiri dari 5 personil.

Pada Pemilu 2019, sangat boleh jadi banyak pihak yang kecewa karena secara kuantitas hasilnya tidak sesuai dengan harapan yang diimpikan. Kekecewaan tersebut seperti apa, ditunggu hingg Rabu 17 April 2019 sore hari. Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

4 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago