OPINI

MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN BERTENTANGAN DENGAN UUD 1945

WARGA Gunungkidul, meminjam istilah Cak Nun ( Emha Ainun Nadjib) tergolong tangguh, ceria, gemar berkelakar, bersyukur dan jarang mengeluh.

Dalam posisi miskin mereka masih bisa tertawa, bahkan masih banyak yang suka jajan kuliner, walau dompetnya pas-pasan.

Warga yang kebetulan ada modal tipis, banyak yang buka angkringan kuliner merata di segala penjuru, dan itu laku meski dengan untung yang serba sedikit.

Kemiskinan dan kuliner kelas angkringan merupakan potensi amazing. Warga Gunungkidul lapisan menengah ke bawah yang tipe demikian oleh kelompok elit setempat diperhatikan secara musiman lima tahun sekali pada masa musim pemilu.

Gunungkidul dicap sebagai Kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di DIY acap dijadikan panggung politik berkala.

Berdasarkan catatan resmi, penduduk Gunungkidul semester 1 tahun 2021 adalah 774.296 jiwa. Warga kategori miskin 17,7% atau 137.050.

Menurut Kadis Dukcapil Gunungkidul, Markus Trimunarjo, SIP. M.SI angka tersebut adalah basis data di BPS.

Dikonfirmasi, Kepala BPS Gunungkidul Rintang Awan Umbas membenarkan, karena pembaharuan data semester 2 belum ada.

Terkait angka kemiskinan di Gunungkidul Pemerintahan Bupati Sunaryanta dan Herisusanto mematok target bahwa hingga 2026 turun menjadi 10 %.

Ini pun juga merupakan hasil dari panggung pilkada yang dirumuskan dalam RPJMD 2021-2026. Sementara semua orang tahu kalau konstitusi tidak memerintahkan bahwa pemerintah harus menurunkan kemiskinan.

Perintah UUD 1945 sangat jelas, bahwa Pasal 34 Ayat 1. berbunyi, “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”

Angka kemiskinan pada hakekatnya sulit ditekan atau sulit diturunkan sebab fakir miskin dan anak terlantar akan selalu lahir di zaman apapun.

Program menurunkan angka kemiskinan oleh sebab itu adalah program artifisial dan konyol karena bertentangan dengan UUD 1945. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

9 jam ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

4 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

4 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

4 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

5 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

1 minggu ago