Categories: DAERAH

Menyelamatkan Burung, Mengatur Iklan Politik

Infogunungkidul, Jumat Wage – Iswandi, SE. Kades Desa Pampag, Kecamatan Paliyan menyatakan, alam pedesaan perlu diselamatkan dengan ide sederhana.  Alasannya, perilaku manusia menurut hasil pengamatan, berkencenderungan merusak.

“Pepohonan tepi jalan penuh paku, sisa tempelan baner atau panflet politik. Ini merusak, oleh sebab itu perlu dicegah dan dihentikan,” ujar Iswandi, (10/11).

Dia mengaku sedang mencari payung hukum terkait upaya konservasi alam meliputi pengamanan pohon, dan penyelamatan burung.

Pemerintah Desa Pampang telah mengirim surat ke Balai Konservasi yang berkantor di Jalan Argolubang Yogyakarta. Hingga saat ini, demikian Iswandi menyatakan, belum memperoleh jawaban.

“Rencana, tahun 2018 kami akan membuat peraturan desa tentang konservasi alam,” jelas Iswandi.

Papan larangan menembak burung, serta penempelan panflet, hingga saat ini belum memiliki landasan hukum yang kuat. Sifatnya menurut Iswandi saat ini baru berupa himbauan.

Berbicara kusus mengenai perburuan atau penembakkan, Pemerintah Desa Pampang merasa agak kerepotan.

Tupai (bajing) termasuk kategori hama. Hewan ini menurut Iswandi patut dimusnahkan. Dengan adanya papan larangang berburu, dia merasa  menjadi agak kontras.

“Kami sedang berembuk dengan BPD untuk merumuskan peraturan desa tentang konservasi alam pedesaan,” imbuhnya.

Menyangkut penyelamatan burung, Pemdes Desa Pampang mulai menerapkan kebijakan menanam pohon talok tepi jalan. Hal itu dimaksud untuk lumbung persediaan pakan burung.

Tepi jalan tidak perlu ditanami pohon besar. Tujuan jangka panjang, untuk mencegah pemasangan iklan komersial maupun iklan politik

Reporter: Agung Sedayu

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

17 jam ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

1 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago