WONOSARI, SABTU WAGE – Peta kerawanan Pemilu 2019, Gunungkidul cukup tinggi, berada peringkat kedua, paling rawan setelah Kabupaten Sleman.
Ahmadi Ruslan Hani, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gunungkidul mengungkapkan hal itu dalam deklarasi pemilu damai di Bangsal Sewoko Projo, Jumat (09/11).
DIY, memiliki tingkat kerawanan 52 persen, berada di urutan 2 se Indonesia. Gunungkidul peringkat ke 2 setelah Sleman.
Secara teknis, kata Hani, beberapa tahapan Pemilu 2019 telah terselesaikan. Saat ini telah memasuki tahapan kampanye. Di sini rawan konflik. Sengketa pemilu kemungkinan terjadi antar tim pemenangan. Kerawanan di tahapan ini hampir setara dengan saat pencoblosan.
Deklarasi damai, demikian Hani berharap, tidak hanya diucapkan namun perlu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
“Jangan menggunakan isu SARA, money politik, maupun menyebarkan hoax. Hal itu memicu polemik,” pintanya.
Disinggung mengenai pelanggaran, sampai saat ini KPUD maupun Bawaslu belum menerima laporan dari masyarakat.
Belasan partai serta tim sukses calon presiden mengikrarkan deklarasi pemilu damai. Perwakilan dari masing-masing partai menandatangani nota kesepakatan yang telah disediakan. (Joko)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…