WONOSARI, SABTU WAGE – Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul kecewa terhadap jawaban Bupati. Usul, saran, dan masukan fraksi dalam APBD tahun 2019 banyak yang tidak disetujui.
Aris Siswanto, dari fraksi PKS mengusulkan honor guru pengganti 776 SD, 58 SMP, yang semula Rp 600 ribu agar disesuaikan dengan UMK Rp 1,5 juta ditolak Bupati.
Jawaban lain bernada mengambang. PKS mengusulkan insentif Guru Tetap Yayasan dan Pegawai Tetap Yayasan (GTY/PTY) dari Rp 200 ribu, menjadi Rp 500 ribu, Bupati akan mempertimbangkan tahun 2020.
“Bahkan usulan Komisi A semua ditolak. Ini sangat mengecewakan,” ujar politisi PKS, usai rapat Paripurna DPR, Jumat (09/11).
Menurutnya, jawaban Bupati akan dikoordinasikan pada forum klarifikasi antar pimpinan fraksi.
“Masih butuh waktu panjang. Kalau belum ada kesepakatan, masih terus dibahas, sampai kedua belah pihak ada titik temu,” tegasnya.
Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos. ketika diminta tanggapanya beralasan, bahwa hanya menjalankan aturan.
“Honorarium GTY/PTY tidak bisa dinaikan, karena berkaitan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Bupati .(Joko)
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…