PERISTIWA

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih menyisakan segudang masalah. Hal itu terungkap pasca sidak Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Gunungkidul.

Komisi B baru-baru ini menemukan indikasi dugaan penyimpangan tiket Mobile Point of Sale (MPOS) yang tercetak berlembar-lembar meski belum ada wisatawan berkunjung.

Disampaikan Anggota DPRD Fraksi Golkar, Ery Agustin bahwa temuan lapangan tersebut dibuka dalam forum resmi bersama Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul.

Hasil sidak yang dilakukan pasca lebaran Idul Fitri 2026, Ery yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Kabupaten Gunungkidul menyebut temuan ini bukan persoalan sepele.

Adanya Petugas Tempat Pemungutan Restribusi (TPR) melakukan pencetakan tiket sebelum transaksi sangat berpotensi menjadi pintu masuk praktik manipulasi.

“Hal ini bisa jadi modus petugas, tiket dicetak lebih dulu, lalu berpotensi dijual di luar sistem atau bahkan dobel. Kalau itu terjadi, jelas merugikan daerah,” tegas Ery, saat dikonfirmasi, Senin (13/04/2026) malam.

Komisi B, demikian kata Ery, bersikap tegas. Praktik seperti ini, menurutnya berpotensi merusak sistem retribusi yang seharusnya transparan dan akuntabel.

Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Gunungkidul meminta adanya audit menyeluruh serta evaluasi total terhadap pengelolaan TPR di seluruh kawasan wisata Kabupaten Gunungkidul.

“Ini warning keras. Jangan sampai kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) terjadi karena lemahnya pengawasan di lapangan,” ungkap Ery.

Terpisah, Kepala Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, S.T., tidak menampik adanya temuan tersebut. Namun demikian, Hary berdalih temuan Komisi B tersebut terjadi pada Pos Utama Pantai Baron yang dijaga Petugas TPR Kalurahan.

“Sudah saya perintahkan semua petugas pos untuk mencetak karcis saat pengunjung tiba. Akan saya klarifikasi ke Kalurahan Kemadang,” kata Hary.

Menyikapi hal ini, masyarakat Kabupaten Gunungkidul tentu menaruh perhatian lebih, berharap PAD tidak menjadi ajang segelintir orang untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun kelompok.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/00

infogunungkidul

Recent Posts

Korsleting Saat Service Mesin, Satu Unit Mobil Sedan dan Garasi Hangus Terbakar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…

6 hari ago

Sopir Baru Pertama Kali Melintas, Truk Bermuatan 9 Ton Gaplek Terguling di Bokong Semar

BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…

6 hari ago

Wakil Bupati Joko Parwoto Dipercaya Nahkodai TMI Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…

2 minggu ago

Polda DIY Resmikan Bantuan Sumur Bor dan Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga Gunungkidul Sambut Hari Bhayangkara ke-80

GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…

3 minggu ago

Diduga Terpeleset di Jembatan Bambu, Seorang Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…

3 minggu ago

Polres Gunungkidul akan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Brutal Terhadap Seorang Remaja di Wonosari

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…

4 minggu ago