EKONOMI

Minim Pasokan, Harga Daging Ayam Melonjak

WONOSARI-MINGGU PAHING | Harga daging ayam di sejumlah pasar mengalami lonjakan yang signifikan. Lonjakannya daging ayam saat ini bahkan hingga dua kali lipat dari harga normal.

Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, mengatakan bahwa, harga daging ayam potong dipasaran saat ini telah mencapai hingga Rp 42.000 ribu per kilogram. Padahal dua bulan lalu, harga daging ayam potong di pedagang mencapai Rp 24.000 ribu per kilogram.

“Kalau dari peternaknya harganya sudah mencapai Rp 18.000 ribu per kilogram,” katanya, saat dihubungi pada Sabtu (04/07/2020) .

 

 

Harga di level peternak pun jauh lebih rendah, yakni Rp. 8.000/ribu per kilogram dalam kondisi hidup.

Kondisi ini terjadi lantaran pasokan anakan ayam sedang minim. Sedangkan permintaan masyarakat justru malah meningkat tajam. Apalagi saat ini sejumlah kegiatan yang melibatkan massa, meski secara terbatas, boleh kembali dilakukan.

“Saat ini juga mulai banyak yang kembali menggelar hajatan, jadi menyebabkan permintaan daging ayam meningkat,” jelas Virgilio.

Minimnya pasokan anakan ayam ini dialami oleh para peternak mandiri hingga peternak plasma, peternak yang menjalin kerjasama dengan perusahaan.

 

 

Erfanto salah satu peternak plasma asal Kapanewon Patuk, ia mengaku sudah dua bulan ini kandang ayam miliknya kosong. Hingga sampai saat ini pun perusahaan yang bekerjasama dengan dirinya belum menyetorkan anakan ayam.

“Meski sudah menyampaikan akan menyetorkan ayam, Namun sudah dua bulan ini tidak datang,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kandang ayam miliknya mampu menampung sebanyak 2.500 ekor ayam. Panen bisa dilakukan setelah ayam berusia satu bulan. Jika pun nanti sudah panen, maka kandang akan segera diisi dengan anakan ayam baru. Berdasarkan penuturan rekan-rekannya sesama peternak ayam, rupanya mereka juga mengalami hal yang serupa. Padahal mereka merupakan peternak mandiri.

“Harga ayam sempat anjlok dua bulan lalu, itu menyebabkan produksi anakan ayam semakin sedikit agar tidak merugi,” jelas Anto. (Hery)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

2 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

2 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

2 hari ago