PERISTIWA

Musim Kemarau Kasus Kebakaran di Gunungkidul Cenderung Meningkat

GUNUNGKIDUL-RABU PAHING | Memasuki puncak musim kemarau kejadian kebakaran di Kabupaten Gunungkidul cenderung meningkat. Setidaknya tercatat 70 kasus kebakaran hingga pertengahan September 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten Gunungkidul Handoko di ruang kerjanya, Selasa (12/09/2023).

Menurut Handoko, dari data laporan masuk yang ditangani Petugas Damkar Kabupaten Gunungkidul, sebanyak 70 kejadian tersebut menyebar di beberapa wilayah di Gunungkidul, dengan rincian kebakaran lahan sebanyak 25 kasus, instalasi listrik 13, perapian 15, tungku dapur 9, tabung gas elpiji 4, rokok 1, lilin 1, kebakaran mobil 2.

Selain unsur kelalaian, menurut Handoko, dampak Elnino juga menjadi sumber utama pemicu terjadinya kebakaran.

“Kejadian menyebar di beberapa lokasi serta didominasi kebakaran hutan dan lahan”, ujar Handoko.

Handoko juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum tercatat adanya korban jiwa akibat peristiwa kebakaran di beberapa lokasi tersebut.

Namun demikian, Handoko berujar, bahwa ada beberapa korban yang sampai mengalami luka dan harus menjalani perawatan.

“Korban jiwa belum ada, hanya luka luka saja”, imbuh Handoko.

Sementara itu, menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh panewu dan lurah se Gunungkidul.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono, Surat Edaran tersebut berisi tentang larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan, larangan membuka lahan dengan cara dibakar, larangan membuang puntung rokok di sembarang tempat, larangan membakar sampah di sekitar hutan dan lahan.

“Lurah dan panewu kami harapkan lebih aktif menyampaikan himbauan tersebut kepada masyarakat”, ujar Hary Sukmono.

Selain merusak hutan, menurut Hary, kebakaran lahan dan hutan dalam skala besar juga akan menimbulkan polusi udara yang akan berdampak pada kesehatan.

“Asap kebakaran dapat menjadikan polusi udara yang mengganggu kesehatan”, pungkas Hary Sukmono.

(A Yuli)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago