OPINI

NILA SETITIK, CEDERAI 72 TAHUN MERDEKA

Minggu Pahing –  Ditinjau dari sisi proses demokrasi (proses politik),  pejabat negara (pejabat  politik), sebelum duduk di kursi, tidak lebih hebat  dari peminta-minta. Mereka memungut suara rakyat satu demi satu untuk meraih kekuasaan. Setelah duduk di singgasana, pejabat politik sering menganggap dirinya lebih tinggi ketimbang  rakyat. Kondisi berbalik, pejabat politik berharap, rakyat menaruh hormat kepadanya. Amat jarang terjadi, pejabat politik menghormati rakyat.

Sangat berbeda ketika pejabat dan rakyat dilihat dari sudut pandang kosmis. Di posisi manapun, pejabat dan rakyat keduduknnya tidak pernah berbeda. Mereka sama-sama sebagai abdullah (hamba Allah) dan utusan (kalifatullah).

Tugas menghamba merupakan manifestasi hubungan vertikal manusia dengan Sang Pencipta. Menjalankan fungsi utusan adalah implementasi hubungan horisontal, manusia dengan manusia, atau manusia dengan alam.

Kemerdekaan yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia telah ternikmati selama 72  tahun. Muncul pertanyaan sederhana, benarkah hati ini telah lepas dari penjajahan pikiran?

Pertanyaan di atas penting direnungkan, karena penjajahan tidak hanya berarti negara mengekploitasi negara, tidak sebatas bangsa menindas bangsa. Penjajahan yang paling keji adalah penjajahan pikiran terhadap kemerdekaan hati nurani.

Rakyat mengkritisi kebijakan pejabat politik tidak bisa ditafsirkan sebagai hujatan, fitnah atau ujaran kebencian. Pasalnya, kritik yang dilandasi fakta serta data adalah wujud kecintaan rakyat kepada pejabat.

Ciri negara demokrasi ada pada kesepakatan saling mengingatkan. Tidak selamanya pejabat berada pada jalur atau tatanan yang semestinya. Sepintar tupai melompat, sesekali dia gagal juga.

Mengusir rakyat dari gedung parlemen hanya karena rakyat sering bersuara kritis adalah bentuk nyata dari pencederaan terhadap kemerdekaan hati nurani. Merdeka selama 72 tahun menjadi kehilangan makna.

 

Penulis: Agung Sedayu

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago