NGLIPAR – Jumat Kliwon | Teguh Winardi, praktisi maggot mendorong masyarakat Gunungkidul untuk melakukan budidaya larva serupa belatung, yang menurutnya mempunyai dua manfaat sekaligus.
“Pertama, maggot sanggup menghancurkan sampah organik dalam tempo relatif singkat. Kedua, maggot cocok untuk pakan unggas dan ikan, karena memikiki protein tinggi,” ujar Sarjana Suhu, lulusan Jerman, di Kwarasan Wetan, Nglipar, Gunungkidul, (13/02/20).
Praktisi maggot sekaligus pemantik industri rumah tangga, yang saat ini tinggal di Kawasan Dago, Kodya Bandung, Jawa Barat ini bertutur, bahwa residu atau kotoran maggot mengandung NPK cukup tinggi.
“Maggot adalah larva atau belatung berasal dari telur lalat hitam yang disebut Black Soldier Fly (BSF),” terang Teguh Winardi, di depan sejumlah wartawan, saat presentasi di rumah Mayor Sunaryanta.
Lalat hitam ini, lanjut Teguh Winardi, berbeda dengan lalat biasa. Larva lalat hitam tidak menimbulkan penyakit, tetapi justru menghasilkan protein tinggi.
Pakan maggot menurutnya gampang dicari, karena tersedia di segala tempat. Makanan pokok pasukan belatung itu adalah sampah organik.
“Residu, atau kotoran maggot mengandung NPK cukup tinggi, bagus untuk pupuk tananan agar cepat berbuah,” kata dia.
Setiap kota, baik besar maupun kecil saat ini, demikian Teguh Winardi menegaskan, mengahadapi problem serius soal penanganan sampah.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…