Pasukan Maggot Libas Bersih Sampah dan Bau Busuk

315

NGLIPAR – Jumat Kliwon | Teguh Winardi, praktisi maggot  mendorong masyarakat Gunungkidul untuk melakukan budidaya larva serupa belatung, yang menurutnya mempunyai dua manfaat sekaligus.

“Pertama, maggot sanggup menghancurkan sampah organik dalam tempo relatif singkat. Kedua, maggot cocok untuk pakan unggas dan ikan, karena memikiki protein tinggi,” ujar Sarjana Suhu, lulusan Jerman, di Kwarasan Wetan, Nglipar, Gunungkidul, (13/02/20).

 

 

Praktisi maggot sekaligus pemantik industri rumah tangga, yang saat ini tinggal di Kawasan Dago, Kodya Bandung, Jawa Barat ini bertutur, bahwa residu atau kotoran maggot mengandung NPK cukup tinggi.

“Maggot adalah larva atau belatung berasal dari telur lalat hitam yang disebut Black Soldier Fly (BSF),” terang Teguh Winardi, di depan sejumlah wartawan, saat presentasi di rumah Mayor Sunaryanta.

Lalat hitam ini, lanjut Teguh Winardi,  berbeda dengan lalat biasa. Larva lalat hitam tidak  menimbulkan penyakit, tetapi justru menghasilkan protein tinggi.

Pakan  maggot menurutnya gampang dicari, karena tersedia di segala tempat. Makanan pokok pasukan belatung itu adalah sampah organik.

“Residu, atau kotoran maggot mengandung NPK cukup tinggi, bagus untuk pupuk tananan agar cepat berbuah,” kata dia.

Setiap kota, baik besar maupun kecil saat ini, demikian Teguh Winardi menegaskan,  mengahadapi problem serius soal penanganan sampah.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.