WONOSARI – Kamis Pon | Muhammad Rysad, dan kawan-kawan akademisi Universitas Lancang Kuning membeberkan dampak buruk politik praktis yang dilakukan aparat sipil negara (ASN).
Mereka mengatakan, manakala ASN melakukan politik praktis, dipastikan berdampak kurang baik pada proses dan perkembangan demokrasi.
Politik praktis, menurutnya adalah upaya yang dilakukan organisasi politik dalam rangka menyusun kekuatan guna meraih kekuasaan.
Kebalikan dari pengertian politik praktis adalah politik pembangunan. Muhammad Rysad, memaknai politik pembangunan adalah upaya yang dilaksanakan suatu bangsa, guna mewujudkan cita-cita yang ingin diraih, sesuai dengan nilai idealisme, nasionalisme dan patriotisme.
Tujuan politik praktis, ujar Muhammad Rysad adalah untuk memegang kekuasaan negara atau untuk mendapat jabatan politik di dalam kekuasaan negara.
ASN berpolitik praktis dia anggap berbahaya karena ada kecenderungan menghalalkan segala cara untuk menjegal taktik dan strategi lawan politik. Hal tersebut, menurutnya banyak terjadi pada saat ini.
Untuk konteks pemilukada Gunungkidul 2020, ASN pemegang jabatan begitu getol mengincar kursi bupati juga wakil bupati. Ditinjau dari hak konstitusional tidak salah, sementara dilihat dari sisi perundangan turunannya menjadi berkebalikan.
Muhammad Rysad membeberkan contoh larangan ASN berpolitik praktis.
Page: 1 2
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…