NGLIPAR, Sabtu Pahing-Upacara adat tradisi nyadran di petilasan Syech Maulana Maghribi rutin dilaksanakan satu tahun sekali di Padukuhan Gagan, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar. Kali ini jatuh pada hari Jumat Legi bulan Suro pada penanggalan Jawa. Tradisi nyadran digelar untuk melestarikan budaya yang sudah turun temurun dari nenek moyang. Pesta ingkung ayam dan nasi uduk menjadi prosesi yang selalu dinanti pengunjung.
Menurut Muryanto, Kasi Pemerintahan Desa Pengkol sekaligus pelestari budaya mengatakan Syech Maulana Maghribi adalah penyebar agama Islam di tanah Jawa dan memiliki petilasan di Bumi Gagan, Desa Pengkol. Untuk memperingati keberadaan petilasan tersebut, setiap tahun rutin digelar upacara Nyadran di tempat tersebut.
“Biasanya nyadran di tempat lain dibarengkan dengan rasulan atau bersih desa. Tetapi adat disini tidak, harinya harus Jumat Legi dan bulan Suro pada penanggalan tahun Jawa,” jelas Muryanto.
Lebih lanjut Muryanto mengungkapkan bahwa nyadran suatu prosesi yang diyakini kesakralannya oleh masyarakat di Desa Pengkol, salah satu rangkaian yang dilakukan adalah tabur bunga di petilasan Syeh Maulana Maghribi.
“Selain itu masyarakat disini membawa beberapa makanan dari rumah untuk kembul bujono atau dimakan bersama menggunakan daun pisang di dekat petilasan,” lanjut Muryanto.
Tidak mau ketinggalan, lanjutnya, biasanya makanan yang dibawa makanan khas nenek moyang yaitu nasi uduk (sego uduk), ingkung ayam kampung, dan urap. Makanan yang hingga saat ini diyakini tidak akan punah digerus perkembangan jaman. Setiap ada acara ritual adat, rasulan, nyadran, selametan, nasi uduk dan ingkung tidak akan ketinggalan.
Muryanto membeberkan bahwa Desa Pengkol terdiri dari sepuluh padukuhan, dan disetiap padukuhan mempunyai acara adat tradisi dan seni budaya masing-masing. Adat yang hampir sama dengan nyadran ini yang setiap tahun rutin dilakukan ada 4 padukuhan, seperti Padukuhan Kedokploso dengan batu saladan, Gagan dengan petilasan Joko Tarub, Glompong dengan petilasan Syech Maulana Maghribi dan Padukuhan Pengkol ada bersih Sendang Beji dan kirab pusaka serta kuras gentong yang dilakukan Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Dengan banyaknya kegiatan adat tradisi setiap tahun yang rutin dilakukan di Desa Pengkol ini, saya berharap Desa Pengkol ke depan bisa ditetapkan menjadi desa budaya,” harapnya.
Dalam kegiatan nyadran ini di hadiri oleh Kapolsek Nglipar, perangkat desa dan seluruh masyarakat.
Reporter : W. Joko Narendro.
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…