WONOSARI, RABU PON – Kelompok Tani Sido Maju, Sedyo Makmur dan Ngudi Raharjo, Desa Pulutan Kecamatan Wonosari panen bawang merah. Harga jual rendah, diduga karena tengkulak bermain.
Lahan bawang merah di Bulak Timur Padukuhan Ngaliyan Desa Pulutan seluas 5 hektar (ha). Petani memanen bawang merah disaksikan Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, Muspika Wonosari, dan Pemerintah Desa Pulutan, (4/9).
Miyanto Sekretaris Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pulutan menjelaskan, panen tahun 2017, melimpah. Di sisi lain, petani mengeluh karena harga bawang merah anjlok tajam.
Menurut Miyanto, petani Desa Pulutan tahun 2018, panen bawang merah sebanyak 17.948 kg.
“Harga normal Rp 18 ribu/kg, tetapi saat panen, anjlog ke angka Rp 8 ribu/kg,” jelasnya.
Dia berharap, pemerintah melalui dinas terkait menentukan kebijakan harga bawang merah. Tujuannya, agar kesesjahtraan petani meningkat.
“Dalam hal ini, perlu ada aturan, supaya tengkulak tidak mempermainkan harga,” pintanya. (Ag/ig)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…