Untuk mempertahan paru-paru dunia sekaligus menghindari dua persoalan kekeringan dan kebanjiran, Gunungkidul harus berubah.
Langkah teknis, harus ada gerakan penghijauan dalam bentuk menolak menanam jati, mahoni, akasia dan yang lain. Sebagai gantinya, rakyat harus berani bergerak secara swadaya menanam buah-buahan.
VIDEO TERBARU :
Output gerakan swadaya itu akan terlihat 10 tahun ke depan. Gunungkidul akan tetap ijo royo-royo karena tanaman buah tidak akan ditebang sebagaimana jati, mahoni, jati dan akasia.
Kelebihan dan keunggulan tanaman buah, paru-paru dunia terjaga, panas tidak kekurangan air, hujan tidak kebanjiran.
Sebagai rakyat Gunungkidul Anda berani memulai?
(Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…