Untuk mempertahan paru-paru dunia sekaligus menghindari dua persoalan kekeringan dan kebanjiran, Gunungkidul harus berubah.
Langkah teknis, harus ada gerakan penghijauan dalam bentuk menolak menanam jati, mahoni, akasia dan yang lain. Sebagai gantinya, rakyat harus berani bergerak secara swadaya menanam buah-buahan.
VIDEO TERBARU :
Output gerakan swadaya itu akan terlihat 10 tahun ke depan. Gunungkidul akan tetap ijo royo-royo karena tanaman buah tidak akan ditebang sebagaimana jati, mahoni, jati dan akasia.
Kelebihan dan keunggulan tanaman buah, paru-paru dunia terjaga, panas tidak kekurangan air, hujan tidak kebanjiran.
Sebagai rakyat Gunungkidul Anda berani memulai?
(Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…