PERISTIWA

Pisang Emas Kirana Trending di Kapanewon Semin

SEMIN-JUMAT KLIWON | Dua ribu tandan pisang emas kirana (PEK) mulai dipanen oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Garotan Desa Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta panen Dua ribu tandan pisang emas kirana (PEK).

Yasri pendamping KWT Ngudi Mulyo Garotan Bendung Semin menjelaskan, PEK diperoleh dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul tahun 2019.

“Jumlahnya 2000 batang semua ditanam, kini telah membuahkan hasil,” ucapnya di depan Tim Evaluasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Rabu (3/3/2021) di balai dusun Garotan.

PEK menjadi pilihan utama para pengusaha catering dan restoran karena ukurannya kecil sampai sedang, sekitar 10 cm.

“Selain ukuran, juga sesuai dengan selera konsumen, karena warna kulit buahnya kuning cerah. Rasanya manis, teksturnya lembut,” imbuhnya.

Tahun 2005, pisang emas biasa yang berasal dari Lumajang ini awalnya ditetapkan sebagai varietas unggul nasional berdasarkan SK Mentan 516/2005. Sejak itu, namanya populer dengan sebutan Pisang Mas Kirana.

PEK bisa tumbuh optimal pada ketinggian 475-600 mdpl, dan jika dibudidayakan secara monokultur, jarak tanamnya 5 m x 3 m.

Masa tanam sampai panen rata–rata 7 bulan. Dari munculnya bunga (ontong) sampai petik panen adalah 36–42 hari tergantung ketinggian tempat dan kesuburan tanah.

Penjualsn PEK tidak ada kendala karena serapan pasar cikup tinggi. Satu tandan berisi 5 sisir harga Rp 35.000,00. Bila dijual sisiran laku Rp 10.000,00.

Tahun pertama, terang Yasri, KWT Ngudi Mulyo panen 2000 tandan, hasil penjualan sebesar Rp 70.000.000,00

Ir.Syam Arijanti, MAP. Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mengapresiasi usaha KWT Ngudi Mulyo.

Dia berharap lahan yang kosong atau lahan tidur agar diupayakan untuk budidaya tanaman yang menguntungkan baik komoditas pangan maupun hortikultura.

Di tempat yang sama Ir. Bambang Wisnu Broto Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menyatakan, ke depan Kapanewon Semin bisa menjadi salah satu sentra tanaman pisang di Gunungkidul. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

2 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

3 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

3 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

3 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

6 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

1 minggu ago