WONOSARI-SELASA LEGI | Akhir tahun 2020, sejumlah tokoh Gunungkidul menggulirkan wacana bahwa wisatawan yang berkunjung dilarang membawa bekal permakanan. Larangan ini berdasarkan hukum, atau sebatas pemikiran artifisial, menjadi tarik ulur dan pertanyaan besar.
“Larangan tersebut secara regulatif tidak berdasar,” komentar Eko Rustanto, anggota DPRD dari Demokrat yang kini bergabung di Fraksi Gerindra, 18-11-2021.
Bambang Supriyanto dari Fraksi PAN sependapat, bahkan dia mengklaim itu bukan larangan.
“Tetapi lebih dekat pada himbauan,” timpalnya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul bahkan alur pikirannya lebih tegas.
“Silakan bawa bekal makanan tapi tetap jajan di Gunungkidul. Gak mungkin ta kita melarang. Karena banyak himbauan di pintu masuk TPR bahwa SILAKAN JAJAN DI WARUNG KAMI,” tandas Heri Nugroho.
Pro kontra ini berawal dari pernyataan Ari Siswanto anggota DPRD dari fraksi PKS yang mengitip pernyataan Prof. Sutrisno Wibowo yang digulirkan dalam kampanye pilkada serentak tahun silam.
Yang dikhawatirkan, wisatawan mengusung sampah tanpa mau jajan kuliner lokal.
Memang, faktanya rombongan bus selalu membawa nasi kotak, dan kardusnya menjadi tumpukan sampah, tetapi tanpa disadari, sampah kardus itu merupakan Rizki bagi para pemulung. (Bambang Kluthik)
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…