WONOSARI-MINGGU PON | Politisi Gerindra sekaligus anggota DPRD DIY Purwanto, ST menyesalkan dan mengkritisi mahalnya biaya Rapid Test Antigen di Kabupaten Gunungkidul.
“Secara personal saya tidak mempermasalahkan uang Rp 200.000,00 sekali test, tetapi bagi warga kurang mampu, padahal sangat memerlukan, uang sebesar itu terlalu memberatkan,” ujar Purwanto, ST, via aplikasi WhatsApp, Minggu pagi 19-2021.
Dia membandingkan biaya di Yogyakarta Rp 85 ribu, di Bali Rp 75 ribu, di Jawa Timur Rp 70 ribu, bahkan di Jakarta hanya Rp 85 ribu.
“Alat maupun materi yang digunakan sama, mengapa di Gunungkidul Rp 200 ribu. Bisa jadi ini termahal di Indonesia, sementara angka kemiskinan tertinggi,” sesalnya.
Purwanto berharap biaya itu segera diturunkan disesuaikan dengan daerah lain, agar minat test rapid masyarakat tinggi, dan beban masyarakat tidak berat.
Persoalannya, terang Purwanto, test rapid antigen merupakan persyaratan perjalanan guna mencegah penularan Covid-19.
Yang punya kewenangan menurunkan biaya tersebut adalah Bupati. Purwanto berargumen, bahwa dasar penentuan besaran biaya adalah Peraturan Bupati yang berpayung pada Peraturan Menteri. (Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…