OPINI

RENUNGAN LOMBOK, RENUNGAN AGUSTUS 1945

WONOSARI, MINGGU PON – Indonesia merdeka Jumat Legi 17 Agustus 1945. Menjelang usia ke-73, Minggu Pahing 5 Agustus – Selasa Kliwon 8 Agustus 2018, Pulau Lombok diguncang gempa. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. dalam khotbah Jumat di Masjid Agung Purbalingga mencatat, hingga 23 Agustus 2018, Pulau Seribu Masjid (Lombok) diuji gempa 350 kali.

Ustadz Zaen mengutib Quran Surat Al-An am ayat 65:

Qul huwal-qoodiru alaaa ay yab asa alaikum azaabam min fauqikum au min tahti arjulikum au yalbisakum syiya aw wa yuziiqo ba dhokum ba sa ba dh, unzhur kaifa nushorriful-aayaati la allahum yafqohuun.

“Katakanlah (Muhammad), Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)”.

Azab dari atas, demikian kata Zaen, berupa petir dan angin topan, sementara azab dari bawah adalah gempa bumi serta tanah longsor.

Gempa Lombok, mumbuktikan betapa besar kekuasaan Allah, yang semestinya membuat umat Islam semakin taqwa, dan bukan sebaliknya.

Dalam khotbah berdurasi 19 menit 5 detik, Ustadz Abdullah Zaen mengingatkan, gempa Lombok adalah peringatan keras, agar manusia takut hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain.

Dari khotbah Ustadz Abdullah Zaen, orang mestinya mengambil pelajaran. Gempa Lombok tidak perlu diperdebatkan, dalam dikotomi musibah lokal atau bencana nasional.

Indonesia, bahkan dunia seisinya, semua ada pada genggaman kekuasaan Allah SWT.

Segala sesuatu terjadi karena kehendak-Nya, “Innamaaa amruhuuu izaaa arooda syai`an ay yaquula lahuu kun fa yakuun (Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu.” Ya-Sin 36: Ayat 82.

Gempa Lombok tidak layak untuk diperdebatkan. Allah menurunkan ujian sesuai kekuatan, bahwa manusia sanggup memikulnya. Menyikapi rehabilitasi dan rekonstruksi Lombok merupakan beban bersama adalah lebih arif. Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

16 jam ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

1 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago