Foto : Bantenhits.com
SETAHUN menangani covid-19 Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sebesar 405,1 triliun rupiah. Dikutip dari Kompas.com bahwa alokasi dana tersebut pendistribusiannya telah dirinci secara detail.
Pertama untuk insentif tenaga medis 75 triliun rupiah, kedua untuk jaring pengaman sosial kepada warga 110 triliun rupiah, ketiga dukungan untuk sektor industri 70,1 triliun rupiah dan keempat untuk pembiayaan anggaran covid-19 sebesar 150 triliun rupiah.
Sampai dengan 20-1-2021 di Indonesia tetjadi 940.000 kasus. Yang sembuh 764.000, yang meninggal 26.857 orang.
Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi 18.258, sembuh 12.053, meninggal sebanyak 417 orang. Tidak ada penjelasan soal jumlah yang masih dirawat di berbagai rumah sakit dan puskesmas.
Mengapa pandemi terus menggila dan tidak berhenti meski diluncurkan dana triliunan rupiah? Tidak satu pun pejabat negara yang bersedia menjawab pertanyaan seperti itu.
Meski tidak disukai banyak orang jawabannya adalah bahwa pandemi itu bukan urusan jual beli obat. Mau disediakan dana jutaan trilyun sekalipun pandemi tidak akan surut.
Hilangnya pandemi tergantung pada Sang Penguasa yang memiliki kewenangan mengecat lombok.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Berbuat kebajikan sebanyak banyaknya. Selain itu tidak akan bisa meredakan amukan pandemi. (Bambang)
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…