WONOSARI, JUMAT KLIWON – Usai Salmet, S.Pd. MM, menggelindingkan salah satu cara menangkal politik transaksional, penyelenggara pemilu, terutama Bawaslu dan Panwaslu merespon positif. KPUD Gunungkidul, memilih bersikap dingin.
Demokrasi yang bersih, indikasinya tidak ada gerakan membeli suara di tingkat TPS. Ronda malam dengan menabuh kethongan seperti digagas Slamet, anggota DPRD DIY, ditanggapi Bawaslu DIY, dan Panwaskab Gunungkidul.
“Ya nanti melalui Panwaslu Desa dan Panwascam pada saat kampanye, terutama kampanye masa akhir akan digalakkan pengawasan di kampung-kampung. Rencana, pada masa tenang pemilu mendatang (17 April 2019: Red) akan diadakan patroli pengawasan untuk menangkal serangan fajar dan pelanggaran lainnya,” ujar Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, di ruang kerjanya, (7/9).
Diminta menjabarkan secara teknis bentuk kerjasama pengawasan, Bagus mengatakan, sebagian sudah berjalan, kerjasama dengan ormas juga perguruan tinggi.
Senada, namun berbeda dengan tanggapan Panwaslu Kabupaten Gunungkidul. Sudarmanto, salah satu anggota Panwaskab menilai, gagasan Slamet perlu mendapat dukungan masyarakat.
“Ya ide tersebut perlu direalisasikan. Kami akan segera berkoordinasi soal itu,” kata Sudarmanto.
Ronda malam melawan politik transaksional, menurutnya termasuk meluruskan rel demokrasi, patut memperoleh dukungan dari berbagai pihak.
Sementara itu KPUD Gunungkidul, selaku salah satu penyelenggara pemilu, ketika diminta klarifikasi, dingin-dingin saja. (Bewe/ig)
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…