PATUK – Senin Kliwon | Belum surut kabar terkait isu antraks di Kabupaten Gunungkidul, kasus sapi mati mendadak terus bertambah dari hari ke hari.
Hari ini, Senin (20/01/2020) sapi milik Suhar/Tugiyem warga Padukuhan Salaran, Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, mati mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya.
“Sebelumnya sapi sehat-sehat saja, makan minum biasa,” katanya.
Tidak mau ambil resiko, pemilik ternak segera memanggil dokter dan melaporkan kejadian tersebut ke Puskeswan.
Untuk mengetahui penyebab kematian sapi tersebut, sejumlah petugas Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul dan UPT 2 Puskeswan Patuk datang memeriksa dan mengambil sample darah untuk dibawa ke laborat.
Atas kejadian tersebut, Kasi Bimas Kecamatan Patuk Bajuri menghimbau, masyarakat sebaiknya tetap tenang dan sabar menunggu hasil uji lab terkait temuan sapi mati mendadak tersebut.
“Jangan buru-buru menyatakan sapi mati tersebut terjangkit antraks,” pesannya.
Bajuri menambahkan, jika ada hewan peliharaan seperti kambing atau sapi mati mendadak, segera melapor kepada petugas.
“Kubur dan jangan dikonsumsi apalagi membagikan ke warga masyarakat sekitar,” tegasnya. (Gandung)
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…