Terpisah Kolonel Tugiman menyampaikan, pelatihan dilakukan untuk memberikan keterampilan, agar mereka mampu berkiprah dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakan perekonomian masyarakat di wilayah masing-masing.
“Memberikan keterampilan dan pemberdayaan kepada kaum difabel agar mereka mampu berkreasi dan berinovasi lebih baik,” ujarnya.
Tugiman mengatakan, di satu sisi kaum difabel punya keterbatasan, namun pada sisi lain punya semangat yang luar biasa. Apabila dibekali dengan keterampilan dan kesempatan, mereka punya potensi besar untuk ikut serta menggerakan roda perekonomian masyarakat.
“Saya pernah menjadi pembina atlet Papernas Jabar pada pada PON 2016 yang lalu, ternyata semangat untuk maju dan berprestasi sangat luar biasa, semangat pantang menyerah dan kerja keras tersebut merupakan modal awal yang bisa kita kembangkan,” tuturnya.
Setelah diberikan keterampilan diharapkan kaum difabel dapat berperan lebih maksimal untuk turut serta menggerakan roda perekonomian masyarakat di Gunungkidul. (Try/red)
Page: 1 2
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…