Heran saya kenapa dalam mengeluarkan pendapatnya, dalam memamerkan bicaranya di muka publik, baik dari tutur katanya maupun dari bahasa tubuhnya, ada yang tidak mencerminkan bahwa dia adalah warga NKRI, bahwa Pancasila adalah falsafah hidup dan dasar dari negaranya.
Heran saya kenapa sekarang dalam cara mengeluarkan pendapat berbeda jauh dari cara Bung Hatta (yang hanya lulusan S 1) dalam mengeluarkan pendapatnya dalam mengkritik teman seperjuangan dan rekannya sesama Proklamator yaitu Bung Karno tatkala sang Bung Besar itu sedang di puncak kekuasaan dan kejayaannya sebagai Paduka Yang Mulia Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi.
Bung Hatta dalam mengkritik Bung Karno caranya terpelajar, beradab, tutur katanya santun dan argumentatif, tidak merasa paling benar sendiri, tidak menghujat, tidak menghina, tidak mencaci maki, tidak mengandung kebencian, apalagi fitnah.
Alhasil saya betul-betul heran dan malah terheran-heran.
Kenapa saya heran? Mungkin penyebab pertama adalah karena saya pernah hidup di era Orde Baru, di kurun waktu mana sebagai aktivis mahasiswa (pernah aktif di Dewan Mahasiswa UGM) dan sebagai wartawan/pimpinan redaksi suratkabar mingguan tabloid (Eksponen) mengalami dan merasakan langsung tidak adanya kebebasan mengeluarkan pendapat, tidak ada kebebasan berkumpul, tidak ada kebebasan berserikat dan tidak ada pula kebebasan pers.
Penyebab kedua kenapa saya heran adalah mungkin karena saya tidak punya Junjungan (tidak Presiden Joko Widodo, tidak pula tokoh tertentu).
Sedangkan penyebab ketiga, mungkin karena saya tidak sesholeh kebanyakan saudara- saudara saya sesama Muslim. Yah, apalah saya ini. Dan penyebab keempat, mungkin karena saya tergolong dungu.
(Kamal Firdaus, SH, Advokat senior tinggal di Yogyakarta)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…