Jum’at bersih tidak hebat, tetapi kehadiran Lurah Gali menjadi istimewa, ketika dia berhasil memotivasi warga Genjahan untuk berperilaku hidup bersih.
Keistimewaan DIY itu bukan hanya soal berubahnya nomenklatur dari Kades menjadi Lurah.
Membersihkan lingkungan setiap makam, siapa pun yang dikubur di situ, menurut Lurah Gali merupakan bukti, bahwa warga Genjahan memiliki komitmen, menghargai sejarah.
Mulai dari kegiatan kecil dan sederhana Lurah Gali dinilai warga sebagai sisi keistimewaan dengan berbagai manuver kegiatannya.
“Lurah Gali memang beda. Terobosan kegiatan sosial kemasyarakatan, tidak bisa diungkapkan dengan kata,” ujar Sugi, matan Kasi Kesra Desa Genjahan.
Tukiyat, sepemahaman dengan Sugi, menyatakan, besok mau ada program apa lagi, warga siap bersama Lurah Gali. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…