Jum’at bersih tidak hebat, tetapi kehadiran Lurah Gali menjadi istimewa, ketika dia berhasil memotivasi warga Genjahan untuk berperilaku hidup bersih.
Keistimewaan DIY itu bukan hanya soal berubahnya nomenklatur dari Kades menjadi Lurah.
Membersihkan lingkungan setiap makam, siapa pun yang dikubur di situ, menurut Lurah Gali merupakan bukti, bahwa warga Genjahan memiliki komitmen, menghargai sejarah.
Mulai dari kegiatan kecil dan sederhana Lurah Gali dinilai warga sebagai sisi keistimewaan dengan berbagai manuver kegiatannya.
“Lurah Gali memang beda. Terobosan kegiatan sosial kemasyarakatan, tidak bisa diungkapkan dengan kata,” ujar Sugi, matan Kasi Kesra Desa Genjahan.
Tukiyat, sepemahaman dengan Sugi, menyatakan, besok mau ada program apa lagi, warga siap bersama Lurah Gali. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…