WONOSARI-SABTU LEGI | Tumpukan sampah tidak bisa lepas dari bau busuk dan menyengat, terlebih pada musim hujan. Masyarakat sekitar TPAS Wukirsari Baleharjo Kapanewon Wonosari biasanya bulan November Desember mengeluh. Dua bulan terakhir keluhan itu tidak terdengar, atau memang belum ada. DLH melakukan inovasi?
kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka-UPT) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul Heri kuswantoro, S.Hut. menyatakan sel aktif untuk membuang sampah penuh. Tahun 2023 akan ditambah, dan sel mati bekas tumpuan sampah kini disulap menjadi taman edukasi.
Heri Kuswantoro S. Hut. memaparkan, kapasitas TPAS Wukirsari 123.389 m3, dengan luas lahan sel aktif untuk mengelola sampah 17.627 m2.
“Bulan November 2021 sampah dari 18 kapanewon yang dibawa ke Wukirsari, Baleharjo mencapai 56.34 ton. Tetapi dihitung rata rata per bulan sampai November adalah 45.49 ton,” ujar Heri Kuswantoro, 11-12-2021.
Heri bilang, bahwa sel aktif yang ada telah penuh. Menurut rencana tahun 2023 akan dibangun sek aktif baru seluas 4,4 ha.
“Dan perlu diketahui, TPA Wukirsari, untuk sel tidak aktif sudah kami buat taman edukasi,” pungkas Heri Kuswantoro. (Bambang Wahyu)
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…