PERISTIWA

Selesai Dibangun Jembatan 9 Miliar Rusak Parah, Dua Mantan Anggota DPRD Kecewa

NGLIPAR-SELASA PON | Belum genap 2 bulan selesai dibangun, proyek jembatan Jeruk Legi yang menelan anggaran 9 miliar lebih rusak parah Senin, (02/11/20). Terkait hal tersebut dua anggota DPRD DIY mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap hasil pengerjaan proyek yang didanai oleh APBN tersebut.

Rusaknya Jembatan Jeruklegi Kalurahan Katongan Kapanewon Nglipar Kabupaten Gunungkidul tersebut makin parah setelah diguyur hujan beberapa hari lalu.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh PT. Telaga Pasir Kuta. Berdasar papan nama yang ada di lokasi, proyek tersebut dikerjakan selama 140 hari kalender dengan nomor kontrak 04./SP/KONST./RR-BPBD/2020 tertanggal 8 Mei 2020.

Dari hasil pengamatan infogunungkidul, terlihat beberapa kerusakan di antarnya aspal retak, hingga urug badan jalan amblas dengan kedalaman mencapai 40 cm lebih.

Hal itu dibenarkan oleh Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul, Handoko. Meski demikian, Handoko tidak mengakui melanggar speak.

“Kerusakan yang ada diakibatkan bahan pengerasan yang kurang baik secara kwalitas,”ucapnya saat di lokasi proyek pada Senin, (02/11/20) siang.

Handoko menyebut, terkait konstruksi jembatannya masih aman dan tidak mengalami kerusakan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki menyatakan, adanya kerusakan pada jembatan Jeruk Legi, masih menjadi tanggung jawab pelaksana hingga 6 bulan kedepan.

“Itukan masih dalam pemeliharaannya penyedia barang dan jasa, artinya pemborongnya tanggungjawab untuk melakukan perbaikan,” jelas Edy saat dihubungi melalui sambungan telephone.

Saat ini, ditambahkan Edy, pihak BPBD sedang berupaya melakukan koordinasi dengan pihak pelaksana agar segera dilalukan perbaikan.

Selain itu, informasi beberapa warga setempat menyebut, bahwa dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Jeruk Legi terdapat sejumlah persoalan internal, di antaranya upah pekerja serta bahan material yang belum selesai dibayar oleh pihak rekanan, meski proyek telah dinyatakan rampung.

Terkait hal tersebut, salah satu warga setempat sekaligus mantan Anggota DPRD DIY Slamet SPd. MM, menyebut bahwa proyek jembatan tersebut merupakan Rekon Badai Cempaka yang terjadi pada Tahun 2017 lalu.

“Itu yang hasil pendampingan Komisi A ke BNPB itu booss, rehab rekon Badai cempaka akhir 2017 lalu 😭😭😭,” tulis Slamet di group WhatsApp, Selasa (03/11/20) pagi.

Selain Slamet, mantan Anggota DPRD DIY lain yakni, Bambang Krisnadi juga menyayangkan hasil pekerjaan proyek jembatan yang menelan anggaran 9 miliar lebih ini dikerjakan asal asalan. Bambang juga meminta media untuk melakukan kontrol sesuai dengan funsi. Jika perlu, ditegaskan Bambang, harus dilakukan investigasi.

“Betul pak – gek di garap sak karepe dewe – ini fungsi media ngutik2 nek perlu investigasi. Mentang2 biaya apbn itu pak, ” tulis Bambang di group WhatsApp pada hari, dan jam yang sama. (Agus/red)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago