PEMERINTAHAN

Ngarso Dalem: SLIO Tak akan Menggerus Ilmu Titen

GEDANGSARI-SELASA PON | Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, membuka secara resmi kegiatan Sekolah Lapang Iklim Operasional (SLIO) di Rest Area Gubug Gedhe, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (03/11/2020) pagi. secara virtual dari Kota Yogyakarta.

Turut hadir, sejumlah pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul antara lain, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, bahwa kegiatan SLIO di Kabupaten Gunungkidul telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Dengan tiga lokasi sasaran yakni, Kapanewon Rongkop, Ponjong, dan Semanu.

“Hari ini kami membahas bagaimana hasil dari pelaksanaan SLIO tersebut, dengan format Focus Group Discussion (FGD) bersama para petani terkait,” ungkapnya.

Dwikorita menambahkan, SLIO merupakan upaya BMKG untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para petani mengenai kondisi iklim.

Menurutnya, pemahaman ini penting berkaitan dengan produktivitas hasil pangan.

Selain itu, Dwikorita mengatakan, pemahaman iklim juga bisa membantu masyarakat mengantisipasi potensi bencana.

“Jadi baik petani maupun masyarakat secara umum bisa melakukan upaya preventif dari dampak fenomena iklim ekstrem, seperti potensi La Nina saat ini,” ujarnya.

Terpisah Sri Sutan HB X, dalam sambutannya mengungkapkan, pemahaman lebih dalam mengenai kondisi iklim akan sangat bermanfaat bagi para petani.

Sebab, menurut Sultan, nantinya pola tanam bisa lebih tepat, begitu pula dengan jenis tanaman pangan yang cocok sesuai kondisi iklim.

Dikatakannya, selama ini para petani khususnya di DIY identik dengan Ilmu Titen dalam pola tanam. Pada tradisi masyarakat Jawa, ilmu ini berkaitan dengan kepekaan masyarakat dalam menafsirkan tanda-tanda alam.

“Melalui SLIO ini, tradisi Ilmu Titen tidak akan hilang. Justru pengetahuan petani tentang iklim akan menjadi lebih dalam,” ungkap Ngarso Dalem. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago