OPINI

SEMANGKUK CENDOL PADA PILKADA GUNUNGKIDUL

WONOSARI-SELASA PON | Belajar dari proses sejarah, pengangkatan Bupati Gunungkidul dilakukan dalam lima masa dan lima pintu.

Pertama pada masa kolonial Belanda. Pada masa itu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memegang kendali kuat, siapa yang harus menjabat Bupati Gunungkidul dimulai dari Pontjodirdjo hingga Bupati Ke-12 Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Mertodiningrat.

Kedua, pengangkatan pada masa awal Pemerintahan RI mulai dari KRT Dirjodiningrat 1945 hingga KRT Joyodiningrat 1974.

Ketiga, dominasi Jakarta dimulai dari Ir. Darmakum Darmakesuma yang memegang kekuasaan hingga 1984, sampai KRT Harsodiningrat 1994.

Keempat, mulai dari KRT Hardjodiningrat (Drs. Yoetikno) pengangkatan Bupati Gunungkidul 2001-2005 bergeser ke tangan demokrasi terbatas di lingkup anggota DPRD.

Masa kelima diawali sejak Suharto, SH berpasangan dengan Hj. Badingah, S.Sos dalam nomentum pilkada langsung 2005-2010.

Dinamika politik dengan segala variabel dan perniknya berubah total. Mulai dari pasangan calon dan karakter pemilih disoroti oleh sejumlah pengamat.

Ketika pilkada dilakukan di arena terbatas oleh 45 anggota DPRD Gunungkidul, semangkuk cendol hanya tumpah di ruang paripurna saja.

Tetapi manakala pilkada langsung, ribuan mangkuk cendol itu tumpah ke mana-mana.

Banyak yang ke penggede partai politik dan anggotanya. Ada yang ke warga yang mengaku-aku sebagai pendukung setia.

Kabar yang beredar dan tidak pernah terklarifikasi, bahwa satu calon Bupati Gunungkidul dalam Pilkada 2020 mengeluarkan biaya hingga Rp 137 milyar.

Menjadi tidak salah jika dinilai bahwa masyarakat cenderung menggadaikan masa depan Gunungkidul dengan “semangkuk cendol”.

Dan celakanya, itu adalah merupakan bagian dari kultur para politisi lokal yang lebih berorientasi pada pragmatisme sebagaimana berulang kali dikemukakan akademisi Dr. Tugiman, Gurubesar UNPAD di berbagai kesempatan ngobrol dengan awak media. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

3 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

4 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago