WONOSARI-SABTU PON | Ditelusuri dari berbagai sumber, dan menurut guru sejarah SMA Negeri 1 mendiang Nedy Siswanto ciri arsitektur candi gaya Majapahit memiliki ciri khas Jawa Timur.
Pertama kaki candi ada yang berjumlah 1, 2 dan 3 teras. Kedua, candi induk terletak di tengah agak bergeser ke belakang. Ketiga, candi menggunakan atap dari terakota atau batu bata. Kelima, banyak candi tidak menggunakan atap, karena bahan yang tidak tahan lama.
Di Gunungkidul rasanya bangunan candi yang serupa arsitektur Majapahit tidak ditemukan.
Dinas Kundha Kabudayan Gunungkidul mencatat 9 candi masa prasejarah yang diduga terkait dengan agama Hindu dan Budha.
Sembilan candi yang dimaksud adalah Petilasan Manik Moyo, Candi Plembutan, Candi Risan, Candi Ganang, Candi Genjahan, Candi Dengok Lor, serta Candi Butuh, dikutip 22-1-22.
Sembilan candi yang didaftar oleh Dinas Kundha Kabudayan, tidak satupun yang mirip arsitektur candi gaya Maka Pahit.
Patut diduga candi-candi tersebut adalah karya penduduk lokal. Meski tidak ada yang bisa direkonstruksi ulang, menurut catatan Dinas Kunda Kabudayan bahan baku terbuat dari batu putih dan kayu.
Perkiraan para ahli spekulasi sejarah, prajurit pelarian Maja Pahit setelah 1527 memilih menjadi petani. Mereka tidak kepikiran membuat candi, baik untuk ibadah maupun tempat hunian. (Red)
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…