Lebih lanjut dia bercerita, setelah itu Rudi melihat ada polisi melambaikan tangan ke arahnya. Rudi berpikir petugas menunggunya di atas. Namun sampai di atas, petugas tersebut tidak ada, bahkan sampai di Polsek juga tidak ada.
“Setelah itu saya berfikir lebih baik bongkar muatan dulu, nanti jika ditahan petugas kendaraannya sudah tidak berat karena muatan. Sampai saya di Bunder tidak ada yang mengejar, padahal kendaraan saya berjalan pelan karena membawa muatan pasir. Hingga saya selesai bongkar muatan semua berjalan normal,” jelas Rudi.
Usai bongkar Rudi dalam keadaan bingung berusaha menghubungi kakaknya melalui Handphone (HP). Oleh Kakaknya Rudi disarankan agar tenang dan menunggu karena kakaknya posisi sedang mengurus anaknya daftar sekolah di Bantul.
“Sore harinya sekitar jam 14.30 WIB, tidak sampai 1×24 jam saya diantar kakak saya sudah di Polres. Dalam insiden ini tidak ada niat saya melarikan diri, durasi waktu selesai bongkar hingga saya ke Polres, saya gunakan untuk menenangkan diri,” jelas Rudi.
Rudi juga mengungkapkan, atas pemberitaan yang ada di media, bahwa dirinya melarikan diri, membuat dirinya tidak nyaman. Namun demikian, pasca kejadian banyak media menyangka dirinya melarikan diri, Rudi memakluminya.
“Jadi setelah saya ke Polres semua tahu kronologinya, saya tidak melarikan diri,” pungkas Rudi. Ag
Page: 1 2
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…