Categories: KESEHATAN

Sempat Ditolak Puskesmas, Pria Tua Butuh Uluran Tangan Dermawan

PONJONG, Rabu Pahing–Pameo orang sakit dilarang sakit masih berlaku di negeri ini. Nasib tragis ini dialami Widianto 65, warga Padukuhan Trengguno Lor, RT/RW 01/11, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong. Pria tua sebatangkara ini ditemukan sudah dalam kondisi kaku tak sadarkan diri dalam rumahnya.

Tragisnya lagi, dalam keadaan sekarat pria ini sempat ditolak oleh Puskesmas I Ponjong. Namun oleh warga yang membawanya, petugas Puskesmas dipaksa untuk menerima pasien ini dengan alasan kemanusiaan.

Diungkapkan Suwarno 45, diketahui Widianto hidup sebatangkara semenjak istrinya meninggal dunia.

“Dia memiliki 1 anak perempuan yang ada di Jakarta. Namun karena keterbelakangan, diapun tak bisa berbuat apa-apa bagi bapaknya,” jelasnya, Rabu, (30/08).

Lebih lanjut dijelaskannya, Widianto pertamakali ditemukan sudah dalam keadaan kaku kemarin, Senin malam, (28/08). Telatnya korban ditemukan lantaran yang bersangkutan tinggal seorang diri, sehingga diluar pantauan tetangga.

“Untuk makan sehari-hari biasanya dikirim pembantu rumah tangga saya. Kalau orangnya ada, biasanya diserahkan langsung. Namun jika tidak ada, hanya dicantelin depan pintu. Nah dalam 2 hari sebelum ditemukan, makanan kiriman tersebut utuh,” katanya.

Karena curiga, sambung Warno, sang pembantu kemudian nekad membuka pintu dan mendapati Widianto sudah tergeletak tak sadarkan diri dalam keadaan kaku. Meski begitu dipastikan kondisi Widianto masih bernafas alias hidup.

“Dilapori seperti itu, bergegas kita bawa ke Puskesmas I Ponjong. Terus terang saya kecewa dengan model pelayanan Puskesmas yang awalnya menolak menerima Widianto,” tambahnya.

Alasan petugas Puskesmas menolak, menurut Warno lantaran penyakit Widianto diduga stroke berat dan Puskesmas I Ponjong tidak memiliki peralatan cukup untuk merawat. Meski begitu, dia menilai tidak sepantasnya Puskesmas menolak pasien. Barulah setelah dipaksa pihak Puskesmas bersedia merawatnya.

“Itupun hanya digeletakkan di IGD, diinfus, kasih oxygen lantas ditinggal. Tidak dibersihkan atau diapa-apakan lagi. Sekarang sudah dipindah ke bangsal, itupun setelah familinya dari Yogya datang menengok,” lanjutnya.

Suwarno berharap, ada dermawan atau pihak lain yang bersedia membantu mengulurkan tangan bantuan untuk perawatan Widianto selanjutnya. Sebab jika tanpa pertolongan orang lain, niscaya nyawa bapak renta ini bisa diselamatkan. Bagi warga yang hendak membantu bisa menghubungi nomor kontak 087839144524. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

16 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

5 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

1 minggu ago