Categories: OPINI

Setelah Pilpres 2019, Indonesia Bakal Menemui Kegagalan Besar

INFOGUNUNGKIDUL, SABTU WAGE-DALAM memimpin bangsa, Jokowi hampir benar. Dia menghadirkan negara, untuk menyelesaikan masalah kronis di berbagai bidang. Satu kekurangan, Jokowi memandang persoalan bangsa dari prespektif bumi, mengabaikan kekuatan langit.

Empat tahun lebih Jokowi berkuasa, sementara dia tidak memahami sejarah seperti yang termuat di dalam Pembukaan UUD 1945, terutama Paragraf 3.

“Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya,” ini fakta sejarah yang tidak dipahami dengan baik okeh Jokowi.

Substansi alinea tiga menunjuk secara nyata, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari campur tangan langit. Perjalanan selanjutnya, mulai dari hari pertama merdeka hingga debat Capres dan Cawapres 17 Januari 2019, campur tangan langit terus berlansung, sementara Jokowi, apalagi Prabowo Subianto, tidak menyadarinya.

Indikator ketidaksadaran itu sangat jelas. Jokowi dan Prabowo Subianto tidak memiliki kesadaran menghadirkan Pemilik Langit (Tuhan) di dalam rencana kebijakan ketika dia diberi mandat memimpin bangsa untuk lima tahun ke depan.

Mereka berdua (Jokowi-Prabowo) mengkonsep pemberantasan korupsi secara parsial. Jokowi mengandalkan transparansi rekeuitmen, Prabowo memilih menaikkan gaji aparat penegak hukum, yang di dalam dua pilihan itu tidak ada jaminan bahwa pejabat akan berhenti melakukan korupsi.

Jokowi dan Prabowo Subianto tidak memiliki gagasan menghadirkan Tuhan ke dalam dirinya, termasuk ke dalam diri seluruh pejabat negara. Padahal sesungguhnya Tuhan sangat dekat dan tidak pernah mangkir dalam memberikan petunjuk teknis ihwal pemberantasan korupsi.

Tingkat kedekatan Tuhan dengan manusia tidak pula dipahami oleh kedua calon pemimpin bangsa yang sedang beradu gagasan di panggung pilitik super brutal dan kering.

“Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia, dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya, daripada urat lehernya,” kata Allah SWT di dalam Al-Qaf 16.

Memberantas korupsi tidak bisa dilakukan oleh siapa pun, kecuali ada campur tangan dari langit. Manusia, menurut Gus Miftah, ora iso opo-opo. Tetapi Gusti Allah kuwi opo-opo iso.

Pilpres 2019, siapapun yang keluar sebagai pemenang, tanpa melibatkan kekuatan langit dipastikan bakal menemui kegagalan besar. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, hanya indah sebagai sila ke lima. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

6 hari ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

7 hari ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

7 hari ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago

Diduga Mencuri Sepeda Gunung, Oknum Anggota SatPol PP Diamankan Polisi

WONOSARI - SABTU PON, Sebuah  tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…

1 minggu ago

DPPPAPPKB dan Polres Gunungkidul Bersinergi Kawal Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

2 minggu ago