Seberapa panas dan tingginya tensi politik masa-masa yang lalu telah stabil kembali dengan keputusan final Mahkamah Konstitusi (MK). Harapan kami semua pihak dapat menjaga diri dan bersama kembali membangun bangsa dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Mari kita rawat indahnya bersaudara dan saling mengasihi. Kurangi statement yang dapat menimbulkan tafsir sehingga berimplikasi pada terjadinya konflik.
Menahan diri dari berbagai aksi yang berpotensi membangun dan menggiring opini publik yang cenderung memecah belah persatuan, hendaknya dapat dihindari. Mari bergandeng tangan untuk saling membantu, membangun negeri agar ridho Allah, SWT senantiasa membumi di bumi NKRI.
Presiden dan Wapres terpilih adalah milik bangsa dan untuk kepentingan kemakmuran bangsa, jaya selalu Indonesia. (Penulis: Ketua PCNU Gunungkidul, Drs. H. Arief Gunadi, M. Pd. I).
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…