PENDIDIKAN

SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Terapkan Konsep Wisuda Drive and Thru

PLAYEN-SABTU LEGI | Wisuda dengan konsep “drive and thru” pastinya masih asing di telinga kita. Meski acara pelepasan para siswa tetap dilaksanakan di sekolah, Namun penyelenggaraannya pun dibuat berbeda, dengan tahun-tahun sebelumnya.

Acara pelepasan siswa tidak lagi dilaksanakan di dalam gedung dengan mengumpulkan seluruh siswa dan walinya, namun dibuat secara “drive and thru”, dimana para siswa dan wali mengantre masuk ke sekolah, di atas kendaraan masing-masing. Ketika sudah mendapat giliran, siswa turun dari kendaraan, selanjutnya dicek suhu tubuhnya. Jika suhu tubuh normal, siswa dipersilakan menuju panggung.

Di Kabupaten Gunungkidul, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin menjadi satu-satunya sekolah yang menerapkan wisuda dengan cara drive and thru.

 

 

Sebanyak 105 siswa-siswi Kelas lX mengikuti wisuda dengan konsep tersebut. Dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing sesi, diikuti dua kelas. Siswa diantar oleh orangtua berhenti di gerbang belakang sekolah.

Satu per satu mereka dicek suhu tubuhnya, kemudian disemprot cairan handsanitizer. Setelah itu, siswa-siswi kemudian dipersilakan untuk mengenakan sarung tangan. Baru naik ke atas panggung dan menerima ijazah.

“Konsep ini memang kami coba, lantaran di tengah pandemi yang mengharuskan adanya social distancing, kami pastikan tidak ada kerumunan dan terbebas dari Covid-19,” ujar Kepala SMP Al Mujahidin, Agus Suroyo di sela-sela wisuda, Sabtu (04/07/2020) siang.

 

Lebih lanjut, Agus mejelaskan, setelah mengambil berkas kelulusan, para siswa kemudian keluar melalui pintu masuk sekolah. Orang tua dipersilakan menjemput putra-putrinya di gerbang depan sekolah.

Meskipun di tengah pandemi, pihak sekolah tetap melaksanakan wisuda sebagai bentuk apresiasi kepada para siswa. Harapannya para siswa mampu mengambil hikmah dari pandemi Covid-19.

“Orang tua tidak ikut, tidak turun dari kendaraan jadi sangat minim kontak antara satu dengan yang lainnya,” jelas Agus.

Sementara itu, salah satu siswa Fadlan Zufli mengapresiasi wisuda unik ini. Menurutnya wisuda drive and thru seperti ini cukup efisien di tengah pandemi.

“Dari awal datang, suhu kami dicek kemudian disemprot handsanitizer, lalu diberikan sarung tangan tanpa bersalaman hanya menerima berkas dan selanjutnya langsung pulang,” ucap Fadlan, sambil tersenyum bahagia. (Hery)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

11 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago