WONOSARI-SABTU PAHING | CB Supriyanto, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul tercengang saat mencermati spanduk bertuliskan Pengetan Adeging Kabupaten Gunungkidul Kaping 191 Tahun 2022.
“Tulisan itu kira-kira disengaja apa karena tidak tahu? Coba dibaca dengan cermat.
Saya mencari makna kata pangetan belum ketemu,” ujar CB Supriyanto, 21-5-2022.
Kata PENGETAN pasnya memang jika digunakan dalam kalimat: Pengetan 1000 Dintenipun Kyai Dadap, dan seterusnya.
Menurut Ketua Dewan Kebudayaan pembuat tulisan tersebut kelihatan kalau tidak menguasai kosa kata bahasa Jawa.
Padahal Gunungkidul itu sebagian besar tokoh budayanya adalah jagoan dalam hal bahasa Jawa. Tetapi mengapa ini terjadi.
Dia memperkirakan hal itu terjadi karena minusnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Masyarakat juga tidak habis pikir, bahwa Gunungkidul ada OPD Kundha Kabudayan. Benarkah, demikian kecurigaan publik, ASN yang ahli bahasa tidak diberdayakan?
Kemarin tema Kridaning Makarya bikin bingun, sekarang spanduk aneh bikin penasaran.
“Mangayubagya Adeging Kabupaten Gunungkidul Kaping 191 Tahun 2022,” mungkin kalimat yang tepat seperti itu, kata sebagian masyarakat yang masih punya peduli. (Bambang Wahyu)
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
View Comments
Nuwun sewu bapak ibu sekalian, meniko murni kesalahan cetak. Spanduk ini terpasang beberapa saat sblm kami sadari ada kekeliruan dan langsung kami copot. Saya atas nama nama bagian protokol yg memasang spanduk ini mohon maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh warga masyarakat atas kesalahan ini. Semoga tidak disalahmaknai. Matur nuwun