WONOSARI – Selasa Kliwon | Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki, SIP, M.Si menyebutkan, hingga bulan September 2019 tercatat 78 padukuhan dalam kondisi darurat kekeringan.
Satu wilayah dikategorikan ke dalam posisi darurat kekeringan ketika wilayah tersebut pada musim kemarau tidak ada air karena tidak ada Spamdus, Spamdes, sumur dangkal dan belum terjangkau pipa PDAM.
VIDEO TERKAIT :
Warga yang tinggal di wilayah seperti itu, menurut Edy Basuki masih harus dikirim air dengan cara dropping. Di sinilah BPBD berperan.
“Tahun 2019, padukuhan yang masuk ke dalam kategori darurat kekeringan berjumlah 78,” ujar Edy Basuki, (17/9/19).
Untuk lima tahun kedepan berbicara soal upaya pengurangan dropping air, Edy Basuki menyatakan perlu ada kebijakan holistik (menyeluruh), tidak parsial (sepotong-sepotong).
“Spamdus, Spamdes, sumur dangkal, perpipaan PDAM harus dikembangkan,” tandas Edy Basuki. (Bambang Wahyu Widayadi)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…