PERISTIWA

Tak Kunjung Selesai, Telan Anggaran Ratusan Juta Proyek JUT Asal Jadi

SAPTOSARI-SELASA KLIWON | Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD), proyek Jalan Usaha Tani (JUT) di Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencuat jadi perbincangan publik.

Meski telah menelan anggaran 170 juta lebih, proyek tidak selesai tepat waktu, selain itu pengerjaan JUT terkesan asal jadi. Lurah setempat Lasiyo, menunggu hasil evaluasi Pemerintah Kapanewon untuk menyelesaikan pekerjaan.

Menurut informasi, pembukaan jalan JUT tersebut dikerjakan pada Oktober 2020, dan telah dihentikan pada November 2020 tahun lalu, meskipun kondisi proyek JUT belum selesai 100%.

Hal tersebut di akui oleh Ulul-ulu sekaligus TPK Kalurahan Monggol Sukaryono. Ia mengatakan, pekerjaan tersebut belum selesai.

“Untuk JUT di Kalurahan Monggol semuanya sudah beres, cuman ini untuk pengerasan jalan masyarakat yang ada di lokasi Pule, Padukuhan Bulurejo memang ini kurang sempurna,” ungkap Sukaryanto saat ditemui di lokasi proyek pada, Kamis, (14/01/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengakui, bahwa pekerjaan tersebut baru terselesaikan sekitar 80%. Sebagai Ketua TPK, Sukaryanto berjanji, untuk segera menyelesaikan sisa pekerjaan tersebut.

“Untuk dana ini, sejumlah 187 juta ini terealisasi sekitar 176 juta. Ini baru 80% dan ini yang 20% akan segera saya realisasikan.” tambahnya.

Ironisnya pekerjaan baru akan dilanjutkan pada pertengahan bulan Januari 2021 tahun ini. Sebelumnya diketahui pekerjaan telah dipungkasi pada dua bulan yang lalu yakni sekitar bulan November 2020.

Celakanya hasil monitoring, diungkapkan Penewu Saptosari, Djarot Hadi Atmojo bahwa, proyek tersebut belum sesuai RAB.

“Memang terkhusus di Kalurahan Monggol ada satu pekerjaan yang memang belum selesai yaitu pembangunan Jalan Usaha Tani atau JUT. Dan dari catatan-catatan kami, waktu itu sudah ketemu langsung dengan Tim Pelaksana Kegiatan di lapangan, kami memberikan saran-saran termasuk tidak adanya papan kegiatan, kemudian talud yang belum selesai, dan juga perkerasan dengan alat berat yang belum dilaksanakan sudah saya sampaikan,” jelas Djarot di ruang kerjanya pada Kamis, (14/01/21).

Djarot menambahkan, pedoman penyelesaian pekerjaan proyek semestinya bukan berdasar hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) kapanewon tetapi sesuai rencana atau RAB. (Agus SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago