Categories: KESEHATAN

Tenaga Kesehatan Harus Berinovasi Memberdayakan Masyarakat

Nglipar, Selasa Kliwon-Adanya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor  23 tahun 2017 tentang pedoman penyelenggaraan pemberian penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) diharapkan akan mampu mematik semangat tenaga medis agar lebih proaktif. Selain itu, tenaga medis diharapkan mampu menciptakan inovasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat agar tidak sakit, jika sakit bisa tertangani dengan cepat dan tepat.

Hal ini dikatakan ketua tim penilaian pemilihan dokter teladan se-Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. M. Taufiq AK Mkes,  ketika melakukan penilaian di Puskesmas Nglipar I terhadap dr. Dayat Prabowo yang terpilih menjadi dokter teladan tingkat provinsi. Dikatakan Taufiq, di DIY ada lima dokter yang dinilai dari empat kabupaten dan satu kota.  “Nanti akan dari kelima dokter akan diambil satu yang akan maju ke tingkat nasional,” jelasnya, 25/04/2017.

Pemerintah saat ini, lanjut Taufiq, sudah mulai berupaya. Hal itu karena pelayanan kuratif lebih besar dari preventif.

“Untuk tahun ini ada lima jenis tenaga kesehatan yang dinilai, seperti dokter teladan, perawat teladan, apoteker teladan, bidan teladan dan analis teladan,” ujar Taufiq.

Terkait dengan syarat diajukannya untuk menjadi dokter teladan, Taufiq menjelaskan harus  sesuai dengan Permenkes nomor 23 tahun 2016. “Tenaga kesehatan yang dapat diajukan untuk mendapatkan penghargaan  paling sedikit harus memenuhi persyaratan seperti harus memiliki prestasi, pengabdian dan inovasi dalam bidang kesehatan. Yang lain harus  memiliki pengalaman kerja di Puskesmas paling sedikit selama 3 (tiga) tahun dan belum pernah terpilih sebagai Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara, dr. Dayat Probowo sebagai dokter teladan yang dinilai dari tim DIY, berinovasi  menciptakan kesehatan masyarakat dengan mengadakan pelatihan senam untuk darah tinggi dan mengantisipasi penyakit stroke, pelatihan akupresure,  tanaman obat untuk darah tinggi serta  terapi gigitan ikan untuk darah tinggi dan refreshing. Sebagai contoh kegiatan pelatihan kesehatan masyarakat tersebut dipusatkan di Padukuhan Kebonjero, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar.  W. Joko Narendro

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago