Categories: KESEHATAN

Terapi Ikan Kurangi Risiko Darah Tinggi dan Stroke, Benarkah?

Nglipar, Rabu Legi-Konsep terapi ikan memang berkembang sejak beberapa tahun yang lalu. Entah siapa yang memulai terapi ikan, tapi banyak orang yang mengatakan jika terapi ikan sangat nyaman dan bisa mengurangi penyakit darah tinggi bahkan risiko terkena stroke. Namun benarkah?

Sejumlah ibu-ibu di Padukuhan Kebonjero, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar yang telah mencoba terapi ikan mengatakan, jika terapi ini akan membuat tubuh menjadi lebih segar dan darah tingginya juga menurun. “Setelah saya mengikuti program terapi gigitan ikan nilem, tekanan darah saya ternyata juga turun,” tutur Ratmi 40, warga Kebonjero, 26/04/2017.

Hal senada juga diungkapkan Warsini 42, selain darah tingginya turun, ikan-ikan menggigit kaki yang dimasukkan dalam kolam juga membuat kaki menjadi lebih nyaman dan ringan. “Selain terapi gigitan ikan juga ikut senam dan minum ramuan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat,” ucap Warsini.

Entah apakah kesembuhan tersebut mitos atau hanya karena sugesti atau pengaruh pikiran saja, tetapi dr. Dayat Prabowo yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat Nglipar I menerangkan beberapa hal. Ia menyatakan bahwa terapi ikan sangat bermanfaat untuk kesehatan khususnya untuk menurunkan darah tinggi.

“Jenis ikan yang digunakan untuk terapi bukan ikan sembarangan yaitu jenis ikan nilem mangut, yang didatangkan dari wilayah Klaten, Jawa Tengah. Ikan-ikan ini sengaja dikembangbiakkan untuk menjadi pengisi kolam terapi. Ikan akan bekerja dengan mengigit kulit kaki orang yang melakukan terapi,” jelas dr. Dayat.

Program kesehatan  ini diterapkan di Padukuhan Kebonjero, Desa Pengkol oleh dr Dayat. Program ini merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat. Selai terapi ikan nilem, juga dikembangkan senam anti stroke, akupresure dan ramuan obat tradisional khusus untuk penyakit darah tinggi.

“Salah satu program yang saya kembangkan di sini untuk program mengelola hypertensi karena rata-rata warga Pengkol banyak yang mengidap penyakit darah tinggi, tujuan akhirnya sederhana saja, yaitu kasus hypertensi di daerah sini bisa turun,,” tandas dr. Dayat.

Namun demikian, lanjutnya, penataannya bukan dengan menggunakan obat-obatan kimia, tetapi dengan menggunakanself care. Ia mengharapkan masyarakat peduli dengan dirinya sendiri.

“Jadi yang menjaga masyarakat, dengan senam, terapi, akupresure sendiri, kami hanya melatih, pelaksanaannya nanti masyarkat. Saya berharap kalau program ini berhasil akan dikembangkan ke desa-desa yang lain,” pungkasnya. W. Joko Narendro

infogunungkidul

View Comments

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago