WONOSARI-JUMAT KLIWON | Prestasi gemilang ditorehkan oleh Ahmad Khoirul Huda (12) siswa kelas 6 (enam) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mulobaru pada ujian Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tahun pelajaran 2020/2021.
Meski dalam kondisi pandemi Covid 19, hal tersebut tidak mengurangi semangat para guru maupun peserta didik di SDN Mulobaru untuk melakukan gebrakan metode Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Terbukti, dalam ujian ASPD, Ahmad Khourul Huda memperoleh nilai tertinggi se Kabupaten Gunungkidul.
Ditemui di SDN Mulobaru, Jalan Baron KM 7, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Kamis, (17/06/2021) siang, Khoirul Huda didampingi Kepala Sekolah, Wiji Utomo, S.Pd. MMPd dan Wali Kelasnya Suyatmi, S.Pd, mengatakan, Huda sebelumnya tidak menyangka akan memperoleh nilai sangat memuaskan dalam ASPD 2020/2021 kemarin.
Dengan bermodal semangat rajin belajar serta berlatih mengerjakan soal-soal ujian, dibawah bimbingan guru serta peran orang tua di rumah Khoirul Huda mampu membawa harum nama almamaternya.
Bocah kelahiran Gunungkidul, 3 Agustus 2008 asal Padukuhan Karangasem, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari ini berharap, kelak jika sudah dewasa dapat mengapai cita-citanya menjadi seorang Polisi.
Huda bercerita, dalam kesehariannya di rumah, dirinya tetap bermain sebagaimana teman seusianya. Namun demikian, penanaman kedisiplinan yang diajarkan oleh sekolah dan orang tua, menjadikan Huda mampu membagi waktu sehingga tidak pernah mengabaikan untuk belajar.
“Dari tiga mata pelajaran, Bahasa Indonesia mendapat nilai 94,29, Matematika mendapat nilai 92 dan IPA mendapat nilai 100,” ungkap Khoirul Huda.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Mulobaru, Wiji Utomo menjelaskan, khusus untuk kelas 6, SDN Mulobaru pembelajaran dilakukan secara tatap muka dengan dibuat kelompok dan masing-masing kelompok per kelas ada 10 siswa serta dibimbing oleh dua guru.
“Kami berani melakukan kebijakan tatap muka berdasar wilayah sini zona hijau serta dalam pelaksanaannya kita terapkan prokes secara ketat. Selain itu, kami juga konsultasikan pada pengawas maupun ke Disdikpora, dan alhamdulillah hasilnya siswa kami, ananda Huda mendapat nilai tertinggi se Kabupaten,” jelas Wiji Utomo.
Selain itu, Wiji menyampaikan, keberhasilan yang diraih siswa tidak lepas dari dukungan semua guru di SDN Mulobaru yang notabene masih muda serta peran orang tua di rumah. Karena meskipun pembelajaran tatap muka dilakukan namun tambahan pelajaran tetap dilaksankan secara daring.
Senada dengan Kepala Sekolah, Suyatmi wali kelas Huda menyampaikan, adanya kebijakan pembelajaran secara daring banyak kendala yang dihadapi baik bagi guru maupun siswa itu sendiri. Berawal dari hal tersebut, SDN Mulobaru membuat kebijakan belajar tatap muka dengan jumlah terbatas dan dikhususkan bagi kelas 6 sebagi persiapan untuk melaksanakan ujian ASPD.
Dengan keberhasilan yang diraih siswanya, Suyatmi turut marasa bangga dan berharap ke depan prestasi yang telah dicapai dipertahankan.
“Ini sebagai salah satu pematik semangat bagi SDN Mulobaru untuk meraih prestasi lebih baik lagi kedepannya,” tutup Suyatmi. (Agus SW)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…