WONOSARI, (Rabu Wage)—Detik-detik akhir pendaftaran bakal calon legislatif di KPUD Gunungkidul diwarnai drama mendebarkan. Sarmidi dan Tina Chadarsi, dua legislator DPRD Gunungkidul yang diperkirakan akan maju lewat Partai Berkarya ternyata urung. Keduanya terganjal di Berkarya dan kemudian berlabuh ke PPP untuk menjadi bakal calon legislatif di daerah pemilihan IV dan V.
Diketahui, Sarmidi saat ini masih duduk di DPRD Gunungkidul dari PAN, sedangkan Tina Chadarsi adalah legislator dari Partai Golkar. Saat ini keduanya pindah partai dan nyalon lagi namun lewat partai lain.
“Ini sudah saya submit dalam aplikasi silon, tidak ada nama Sarmidi maupun Tina Chadarsi. Itu artinya mereka tidak bisa nyaleg lewat Berkarya,” tegas Fauzi Rahman, Sekretaris Partai Berkarya.
Sayangnya Fauzi enggan menjelaskan secara detail penyebab nama Sarmidi dan Tina Chadarsi sampai gagal nyalon lewat partainya. Dia mengakui ada konflik pribadi dengan Tina maupun Sarmidi di detik-detik akhir menjelang pendaftaran.
“Konflik pribadi dan pimpinan tidak menghendaki keduanya diloloskan. Ya sudah, jika saya submit seperti ini berarti tidak bisa nyaleg lewat kami,” lanjutnya.
Merasa namanya terganjal di Berkarya membuat Sarmidi dan Tina berang. Keduanya sempat adu mulut dengan Fauzi Rahman di halaman KPUD Gunungkidul. Waktu terus berjalan mendekati batas akhir pendaftaran yakni pukul 00.00 WIB tengah malam. Hampir seluruh parpol peserta pemilu 2019 telah submit di aplikasi silon dan menyerahkan DCS (Daftar Calon Sementara) nama-nama bacaleg.
Tinggal PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan PPP besutan Romahurmuzy yang belum submit dalam aplikasi silon. Pilihan Sarmidi dan Tina Chadarsi kemudian berlabuh ke PPP untuk menjadi wahana menyalurkan aspirasi kader-kader militan mereka.
“Mau bagaimana lagi, kader-kader pendukung saya mendorong agar masuk ke PPP saja. Insya Allah lewat PPP saya akan terpilih lagi,” kata Tina Chadarsi.
Sementara itu diungkapkan Ketua DPC PPP Gunungkidul, Aris Maksum Sujatmiko, dengan tambahan nama Sarmidi dan Tina Chadarsi diharapkan dapat membangkitkan kembali kejayaan PPP di DPRD Gunungkidul.
“Keduanya potensial untuk meraup suara umat, jadi harapan kami di 2019 akan terwujud satu fraksi PPP di DPRD Gunungkidul,” pungkasnya.
Lebih lanjut Aris Maksum mengungkapkan, memang pada periode 2014-2019 PPP tidak memiliki satu pun wakil di DPRD Gunungkidul. Namun dengan masuknya nama-nama seperti Wigit Priyanto, Tina Chadarsi maupun Sarmidi SE diharapkan akan mampu mendongkrak perolehan suara dalam pemilu 2019. Red
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…