OPINI

TERHADAP ISLAM, MANUSIA MAKIN KURANG AJAR

ORANG Indonesia itu kadang begitu kreatif. Di era Soekarno ada Islam Sontoloyo. Di zaman Reformasi muncul Islam Nusantara dan Islam Merah Putih. Ada kecenderungan sebagian manusia Indonesia melebihi kaum Quraish pada zaman Rasulullah SAW. Terhadap Islam, semakin kurang ajar.

Coba dipikir, Islam Merah Putih itu menyembah siapa, Nabi panutan siapa, kitab sucinya apa, tidak ada penjelasan apapun.

(Padahal) sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam, demikian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahu manusia di dalam Ali Imran Ayat 19. Di sana, tidak ada tambahan sepatah kata pun.

Tetapi, pada tingkat elit politik di Jakarta, gagasan Islam Merah Putih tahun 2022 hiruk pikuk dipergunjingkan. Pencetusnya Ketua DPR RI.

Pertanyaan sederhana, sebenarnya Islam itu milik siapa? Milik Allah SWT apa milik Ketua DPR? Semua orang tahu bahwa jawabannya milik Allah, karena yang di bumi dan di langit adalah milikNya.

Jika Islam itu menjadi kewenangan manusia maka ayat di dalam Al-Qur’an bisa diubah dan atau ditambah sekehendak wudel manusia.

Misalnya Al-Baqarah Ayat 208 berubah menjadi:

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam ISLAM MERAH PUTIH secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

Akankah demikian? Ini satu kelancangan dan kekurangajaran manusia yang melampaui batas. Yang berani mengubah sebutan Islam menjadi Islam Merah Putih itu sama dan sebangun dengan mengingkari ayat yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Ada resiko?

Barang siapa ingkar terhadap ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya, demikian Allah SWT memperingatkan.

Umat Islam tidak perlu mendengar ocehan ngawur. Meski itu keluar dari mulut seorang Ketua DPR anggap saja dia adalah orang yang tidak mengerti, bahwa dirinya tidak mengerti.

Islam adalah Islam, tidak ada sebutan lain. Islam sebagai agama yang diturunkan sejak Nabi Adam Alaihis Salam menjadi tuntunan bagi orang-orang yang mau berfikir.

Ditegaskan dengan sangat nyata bahwa Islam adalah agama yang lembut, karena pemiliknya adalah Yang Mah Lembut seperti tertuang dalam Asy-Syura Ayat 19, “Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat, Maha Perkasa.”

Kelembutan mengandung makna bahwa Islam adalah kebebasan, manusia mau menganut Islam atau sebaliknya tidak ada masalah.

Di dalam Al-Baqarah Ayat 256 disebutkan, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Kesimpulannya, Islam yang menyelamatkan manusia adalah Islam versi Allah SWT, bukan Islam Nusantara, juga bukan Islam Merah Putih. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

13 jam ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago