WONOSARI, MINGGU PON-Ancaman wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) senantiasa gencar disosialisasikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, puncak tertinggi DBD tahun 2016 dengan kejadian kasus mencapai 1.154 orang, dan 4 orang dinyatakan meninggal.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Gunungkidul, Priyanta Madya menjelaskan, DBD adalah penyakit potensial setiap memasuki musim penghujan.
“Data kasus DBD tahun 2018 sampai dengan bulan November sebanyak 108 kasus dengan jumlah kematian nol,” jelasnya.
Priyanta menambahkan, untuk antisipasi agar tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, sehingga berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), maka sejak September 2018 telah dikeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati yang intinya agar masyarakat melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Masyarakat harus aktif menerapkan kebiasaan 3 M sebagai upaya pencegahan DBD, yaitu menutup, menguras, dan mengubur barang-barang yang berpotensi sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk,” ungkapnya.
Selama Kurun Waktu 6 Tahun, Inilah Data Kasus DBD di Kabupaten Gunungkidul.
Tahun 2013 jumlah kasus 353, meninggal 1.
Tahun 2014 jumlah kasus 378, meninggal 2.
Tahun 2015 jumlah kasus 486, meninggal 4.
Tahun 2016 jumlah kasus 1.154, meninggal 4.
Tahun 2017 jumlah kasus 228, meninggal 0.
Tahun 2018 per November, jumlah kasus 108, meninggal 0. (Ag/ig)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…