Categories: OPINI

MANUSIA TIDAK PUNYA ILMU UNTUK MELAWAN HOAX

WONOSARI, SABTU PAHING – Seharian saya berdiskusi internal dengan mantan Ketua DPRD Gunungkidul, Budi Oetomo Prasetyo (BOP) melalui aplikasi Whatsapp. Kabar bohong merupakan topik pilihan, karena berita hoax selalu menarik perhatian banyak orang.

Para pihak yang mengaku bisa menghentikan kabar bohong adalah kabar bohong itu sendiri. Inilah topik yang saya diskusikan dengan BOP. Politisi PDIP yang kini menekuni usaha pengembang itu menyatakan, kebohongan adalah kuliner jiwa yang sangat enak dikonsumsi.

Ada pihak yang terbahak-bahak justru karena banyaknya kabar bohong. Sulit dipungkiri, menjelang Pemilu serentak 17 April 2019, kabar bohong menjadi komoditas politik.

“Itu namanya bohong-bohongan. Orang berkata bener pun bisa dianggap bohong,” ujar BOP (8/12/18).

Pada umumnya manusia tidak mengakui adanya kebenaran absolut, termasuk air mencari tempat yang rendah itu pun dianggap bukan kebenaran mutlak.

Memang manusia itu punya kuasa atas dirinya sendiri? Tentu saja tidak. Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) memberi gambaran sederhana, betapa tak kuasanya bangsa manusia atas dirinya sendiri. Cak Nun bilang, manusia tidak bisa mengatur jadwal kapan harus kencing, kapan pula harus buang air besar. Yang mengatur metabolisme itu adalah Sang Pencipta.

Ini kebenaran absolut, sementara manusia tetap memilih tidak mengakuinya. Konsekuensi logis dari ketidakpercayaan itu kabar bohong pun terus merajalela.

Pertanyaan sederhana, dari mana orang harus memulai mengurangi kabar bohong? Manusia tidak memiliki ilmu untuk itu, mereka harus bertanya kepada Sang Pemilik Ilmu. Fakta menunjukan, manusia sungkan bertanya kepada Tuhannya. Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

3 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

3 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

3 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

3 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

3 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

3 hari ago